Tugas Kelompok
PENDIDIKAN JASMANI
DAN OLAHRAGA KESEHATAN
“FUTSAL DAN SEPAK
BOLA”
OLEH:
KELOMPOK IV
NURSYAFITRIAH
MASWIRAHMA
MARHANI
HARDIANTI
KHAERUNNISA
MUHAMMAD
AKBAR
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR 2011 J
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2014
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kita
panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga
makalah ini sebagai tugas kelompok dengan mata kuliah “Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan” dengan materi pembahasan
“Futsal dan Sepak Bola”, dengan 3 sks
dapat kami selesaikan sesuai waktu yang
ditargetkan.
Makalah ini kami susun untuk
memberikan informasi kepada pembaca mengenai sejarah, peraturan permainan,
sarana dan prasarana permainan futsal dan sepak bola, serta sebagai bahan
penilaian dalam menguji pemahan hasil belajar kami.
Kami menyadari dalam makalah ini
terdapat kekurangan ataupun kesalahan, untuk itu kami mohon kritik demi
kesempuranaan makalah selanjutnya. Atas partisipasinya kami ucapkan terima
kasih.
Wassalamu ‘alaikum wr,wb
Makassar, 26 April 2014
Penyusun
DAFTAR
ISI
Sampul............................................................................................................................ 1
Kata Pengantar............................................................................................................... 2
Daftar Isi......................................................................................................................... 3
FUTSAL
A.
Sejarah Futsal...................................................................................................... 4
B.
Peraturan dan Cara
Pelaksanaan Futsal.............................................................. 5
C.
Sarana dan Prasarana
Futsal............................................................................... 15
SEPAK
BOLA
A.
Sejarah Sepak Bola............................................................................................. 17
B.
Peraturan Sepak Bola.......................................................................................... 18
C.
Sarana dan Prasarana
Sepak Bola....................................................................... 28
Daftar Pustaka................................................................................................................ 31
FUTSAL
Futsal
adalah salah satu jenis permainan dengan menggunakan bola yang saat ini sangat
digandrungi di Indonesia. Permainan ini sendiri dimainkan oleh dua tim, dimana
masing-masing tim terdiri dari lima orang anggota.
Tujuan
dalam permainan ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan yang dilakukan
dengan cara memanipulasi bola dengan kaki, serta dengan catatan tim yang paling
banyak memasukkan bola ke gawang lawan adalah dinyatakan sebagai tim pemenang.
A.
Sejarah
Futsal
Olahraga
futsal semakin hari makin banyak di gemari oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.
Olahraga yang diciptakan oleh Juan Carlos Ceriani pada tahun 1930, mendapatkan
perhatian khusus di seluruh Amerika Selatan, terutama di Brasil, karena
keunikannya. Seperti halnya olahraga sepak bola, olahraga futsal juga dimainkan
oleh dua tim. Namun dalam permainan olahraga sepak bola masing-masing tim
beranggotakan 11 orang, sedangkan futsal hanya lima orang untuk setiap timnya.
Istilah “futsal” sendiri merupakan istilah international yang berasal dari kata spanyol atau portugis yaitu futbol dan sala. Dalam catatan sejarah olahraga futsal, kurang lebih sudah 17 kali diadakan kejuaraan futsal terkemuka atau Piala Dunia Futsal yang diadakan di berbagai belahan dunia.
Futsal
diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani.
Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di
Brasil. KetErampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam
gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan,
pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya,
mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal
dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération
Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga
Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
B.
Peraturan
dan cara Pelaksanaan Olaraga Futsal
Futsal memiliki peraturan tersendiri
dibandingkan sepakbola, semua peraturan permainan futsal sudah disepakati dan
diatur tersendiri oleh FIFA. Tetapi, dengan menghormati kesepakatan dari
asosiasi-asosiasi terkait dan yang telah mempersiapkan prinsip-prinsip dari
peraturan-peraturan ini, peraturan permainan futsal dapat diubah penerapannya
untuk disesuaikan dengan perintah-perintah pemula khususnya yang berusia di
bawah 16 tahun, wanita atau untuk pemain yang sudah cukup berumur (melebihi 35
tahun) dan pemain yang memiliki kekurangan-kekurangan tertentu.
Hal-hal yang diperbolehkan untuk
diadakan perubahan adalah :
-
Ukuran lapangan
-
Ukuran, berat, dan bahan bola
-
Lebar dan tinggi mistar gawang
-
Durasi babak/periode permainan
-
Penggantian/Pemain cadangan
Berkenaan
dengan jenis kelamin, peraturan-peraturan tetang wasit, pemain dan para petugas
lainnya adalah berlaku sama baik bagi jenis kelamin pria maupun wanita.
PERATURAN 1 – LAPANGAN
Lapangan
harus persegi panjang. Panjang garis batas kanan dan kiri lapangan (touch line)
harus lebih panjang dari garis gawang.
Ukuran
:
Panjang : Minimum 25 m
Maksimum 42 m
Maksimum 42 m
Lebar : Minimum 15 m
Maksimum 25 m
Maksimum 25 m
Standar Internasional
Panjang : Minimum 38 m
Maksimum 42 m
Maksimum 42 m
Lebar : Minimum 18 m
Maksimum 25 m
Maksimum 25 m
Tanda/Batas Lapangan
-
Lapangan ditandai dengan garis-garis yang melekat pada
lapangan dan garis-garis tersebut berfungsi sebagai pembatas. Dua garis terluar
yang lebih panjang disebut sebagai garis pembatas lapangan. Dua garis pendek
disebut garis gawang.
-
Semua garis memiliki lebar 8 cm
-
Lapangan dibagi dua yang dibelah oleh garis tengah
lapangan. Tanda/Titik tengah ditandai dengan sebuah titik di tengah-tengah garis
tengah lapangan. Titik tengah dikelilingi oleh sebuah lingkaran dengan radius 3
meter.
Daerah Pinalti
Daerah Pinalti ditentukan pada
setiap sisi akhir dari lapangan sebagai berikut :
Seperempat lingkaran dengan radius 6
meter berada ditengah-tengah pada garis gawang. Seperempat lingkaran
digambarkan dari garis gawang sampai bertemu dengan garis bayangan yang berada
ditengah pada sudut kanan pada garis gawang dari sisi luar posisi tiang
gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan oleh
garis sepanjang 3.16 meter yang membentang sejajar dengan garis gawang.
Garis kurva yang terbentuk merupakan
garis terluar dari daerah penalti yang disebut sebagai Garis Wilayah Penalti.
Titik Penalti
Titik Penalti berjarak 6 meter dari titik tengah antara posisi tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang terebut
Titik Penalti berjarak 6 meter dari titik tengah antara posisi tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang terebut
Titik Penalti Kedua
Titik Penalti Kedua berjarak 10 meter dari titik tengah antara posisi tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang tersebut.
Titik Penalti Kedua berjarak 10 meter dari titik tengah antara posisi tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang tersebut.
Bujur Sudut (Titik Tendangan Pojok)
Seperempat lingkaran dengan radius 25 cm di setiap sudut lapangan
Seperempat lingkaran dengan radius 25 cm di setiap sudut lapangan
Zona Pengganti Pemain
Zona Pengganti Pemain ditempatkan
persis di depan bangku tim dimana cadangan dari tim official berada. Zona ini
adalah tempat dimana pemain masuk dan keluar lapangan apabila terdapat
pergantian pemain.
Zona Penggantian Pemain memiliki panjang 5 meter. Zona ini
ditandai pada setiap sisinya dengan sebuah garis yang memotong garis pembatas
lapangan. Lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm berada di dalam
lapangan dan 40 cm diluar lapangan.
Jarak antara masing-masing zona
penggantian pemain dengan titik perpotongan garis tengah lapangan dengan garis
pembatas lapangan adalah 5 meter. Ruang yang bebas ini, secara langsung berada
di depan meja penjaga waktu, harus tetap terjaga kebebasan pandangannya.
Gawang
Gawang harus ditempatkan pada tengah-tengah dari garis gawang. Gawang terdiri dari dua buah tiang sejajar vertikal dengan jarak yang sama dari setiap sudut dan pada sisi atasnya dihubungkan dengan batang horisontal
Gawang harus ditempatkan pada tengah-tengah dari garis gawang. Gawang terdiri dari dua buah tiang sejajar vertikal dengan jarak yang sama dari setiap sudut dan pada sisi atasnya dihubungkan dengan batang horisontal
Jarak kedua tiang vertikal adalah 3
meter dan jarak dari sisi bawah batangan atas ke dasar permukaan lapangan
adalah 2 meter
Tiang vertikal maupun tiang
horisontal memiliki lebar dan kedalaman 8 cm. Net (jaring), terbuat dari tali
rami, goni, atau nilon. Dikaitkan pada kedua tiang vertikal dan tiang
horisontal pada sisi belakang gawang. Bagian yang bawah didukung oleh batangan
melengkung ataupun bentuk lainnya untuk memberi ketahanan yang cukup.
Kedalaman gawang adalah jarak dari
ujung bagian dalamdari posisi gawang langsung ke arah sisi luar lapangan,
minimal 80 cm pada bagian atas dan 100 cm pada bagian bawah (permukaan
lapangan)
Keamanan
Gawang dapat dipindah-pindahkan
tetapi harus dapat tetap kokoh berdiam aman di permukaan lapangan selama
pertandingan berlangsung.
Permukaan Lapangan
Permukaan lapangan haruslah mulus dan rata serta tidak kasar atau kesat.Penggunaan bahan dari kayu atau bahan buatan lainnya lebih dianjurkan. Beton ataupun Bata harus dihindarkan unutk menghindari kemungkinan cedera.
Keputusan dan Penegasan
Jika ukuran garis gawangadalah 15 meter dan 16 meter, radius ukuran seperempatnya lingkaran hanya sebesar 4 meter. Dalam hal ini, titik penalti tidak lagi ditempatkan pada garis wilayah penalti, tetapi berada tetap pada jarak 6 meter dari titik tengah antara posisi Tiang gawang.
Jika ukuran garis gawangadalah 15 meter dan 16 meter, radius ukuran seperempatnya lingkaran hanya sebesar 4 meter. Dalam hal ini, titik penalti tidak lagi ditempatkan pada garis wilayah penalti, tetapi berada tetap pada jarak 6 meter dari titik tengah antara posisi Tiang gawang.
Penggunaan (lempengan) tanah rumput,
ataupun tanah rumput buatan atau tanah lembut diperbolehkan untuk pertandingan
yang dimainkan di dalam kompetisi domestik, tetapi tidak diperbolehkan untuk
pertandingan internasional.
Tanda garis putih 5 meter dari busur
pojok lapangan dibuat agar diperhatikan oleh pemain pada saat dilakukannya
sepak pojok. Lebar tanda ini adalah 8cm
Tempat duduk para pemain cadangan dan official adalah di belakang garis pembatas lapangan tepat disamping zona bebas yang berada di depan meja penjaga waktu.
Jumlah pemain (per
tim)
1.
Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5,
salah satunya penjaga gawang
2.
Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
(tidak termasuk cedera)
3.
Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4.
Jumlah wasit: 2
5.
Jumlah hakim garis: 0
6.
Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
7.
Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain
kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja;
pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan
dan dengan persetujuan wasit)
8.
Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan ,
hanya boleh di luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada
pelanggaran-pelanggaran yang harus memasuki lapangan
Lama permainan
1.
Lama normal: 2×20 menit
2.
Lama istiharat: 10 menit
3.
Lama perpanjangan waktu: 2×5 menit (bila hasil masih
imbang setelah 2×20 menit waktu normal)
4.
Ada adu penalti (maksimal 5 gol) jika jumlah gol kedua
tim seri saat perpanjangan waktu selesai
5.
Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu
tambahan
6.
Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
PERATURAN PERTANDINGAN
Peraturan pertandingan Futsal versi
FIFA
PERATURAN 1
MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN
PENDAHULUAN
Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.
Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua.
Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.
TENDANGAN Permulaan (Kick-off)
Kick-off adalah cara untuk memulai permainan:
·
Pada permulaan babak pertama
pertandingan.
·
Setelah gol tercetak/tercipta.
·
Pada permulaan babak kedua dari
pertandingan.
·
Pada permulaan masing-masing periode
perpanjangan waktu, jika dilakukan.
·
Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari
kick-off.
PROSEDUR
·
Seluruh pemain berada dalam setengah
lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m
dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
·
Bola ditempatkan dititik tengah
lapangan.
·
Wasit memberikan isyarat untuk memulai
kick-off.
·
Pada saat memulai pertandingan kick-off
yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
·
Penendang tidak boleh menyentuh bola
untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain
lainnya.
Setelah
salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya
(tim lawannya)
PELANGGARAN DAN SANGSI
·
Jika penendang menyentuh bola untuk
kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan
bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat
terjadinya pelanggaran.
·
Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain
didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan
dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran
tersebut.
·
Untuk setiap pelanggaran prosedur
kick-off, maka kick-off
MENJATUHKAN BOLA = BOLA WASIT
Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.
PROSEDUR
Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.
PELANGGARAN DAN SANGSI
Bola dijatuhkan lagi/kembali..
·
Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum
bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
·
Jika bola meninggalkan lapangan setelah
kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
KETENTUAN KHUSUS
·
Tendangan bebas diberikan kepada tim
bertahan didalam daerah pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana
saja dalam daerah pinalti.
·
Tendangan bebas tidak langsung diberikan
kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari
garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
·
Dropped ball untuk memulai kembali
permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti
pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
PERATURAN 2
________________________________________
BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN
BOLA DILUAR PERMAINAN
Bola diluar permainan, jika :
________________________________________
BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN
BOLA DILUAR PERMAINAN
Bola diluar permainan, jika :
·
Bola secara keseluruhan melewati garis
gawang, apakah menggelinding atau melayang.
·
Permainan telah dihentikan sementara
oleh wasit.
·
Bola menyentuh langit-langit.
BOLA DIDALAM PERMAINAN
Bola dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :
·
Bola memantul dari tiang gawang atau
memantul palang gawang ke dalam lapangan.
·
Bola memantul/menyentuh wasit ketika
mereka masih berada didalam lapangan.
KEPUTUSAN
Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.
Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.
PERATURAN 3
________________________________________
CARA MENCETAK GOL
GOL MASUK GAWANG
Kecuali ditentukan lain dari peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang, asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.
TIM PEMENANG
Tim yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan imbang atau seri.
PERATURAN DAN PERTANDINGAN
Untuk suatu pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk menentukan pemenangnya.
PERATURAN 4
____________________________________
KESALAHAN-KESALAHAN DAN KELAKUKAN JAHAT
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :
____________________________________
KESALAHAN-KESALAHAN DAN KELAKUKAN JAHAT
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :
·
Menendang atau mencoba menendang lawan.
·
Mengganjal atau mencoba mengganjal
lawan.
·
Menerjang lawan.
·
Mendorong lawan, meskipun dengan
bahunya.
·
Memukul atau mencoba memukul lawan.
·
Mendorong lawan.
Tendangan
bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang
pemain
melakukan pelanggaran sebagai berikut :
·
Memegang lawan.
·
Meludah pada lawan.
·
Melakukan sliding tackle dalam rangka
mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali
untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak
bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
·
Menyentuh lawan sebelumya, ketika
berusaha menguasai bola.
·
Memegang bola secara sengaja, kecuali
dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.
Tendangan bebas langsung dilakukan dari
tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.
Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.
TENDANGAN PINALTI
Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.
Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.
TENDANGAN BEBAS TIDAK
LANGSUNG
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :
·
Setelah melepaskan bola dari tangannya,
ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis
tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
·
Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya,
dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
·
Menyentuh atau menguasai bola dengan
tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang
dilakukan oleh rekan tim.
·
Menyentuh atau menguasai bola dengan
tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
Tendangan bebas tidak
langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran,
jika menurut pendapat wasit seorang pemain:
·
Bermain dengan cara yang membahayakan.
·
Dengan cara sengaja menghalang-halangi
gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam
jarak permainan).
·
Mencegah penjaga gawang melepaskan bola
dari tangannya.
·
Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak
disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.4, yang mana permainan dihentikan untuk
memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.
Tendangan bebas tidak
langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung
dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran
terjadi.
SANGSI DISIPLIN
Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.
Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.
SANGSI DISIPLIN
Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.
Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.
PELANGGARAN YANG DIPERINGATKAN
Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
·
Bersalah karena melakukan tindakan yang
tidak sportif.
·
Memperlihatkan perbedaan pendapatnya
dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
·
Tetap melanggar Peraturan Permainan.
·
Memperlambat atau mengulur-ulur waktu
pada saat memulai kembali permainan.
·
Tidak mengikuti perintah untuk menjaga
jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam,
tendangan bebas atau tendangan gawang.
·
Masuk atau kembali ke lapangan tanpa
ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
·
Secara sengaja meninggalkan lapangan
tanpa ijin dari wasit.
Untuk
setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak
langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika
pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak
langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana
terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan
peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.
PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN
Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :
PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN
Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :
·
Pemain bermain sangat kasar.
·
Pemain melakukan tindakan kasar.
·
Meludah pada lawan atau orang lain.
·
Menghalangi lawan untuk mencetak gol
atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang
tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga
gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
·
Mengagalkan pemain lawan yang
berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah
gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat
dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
·
Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya
menghina atau kata-kata caci-maki.
·
Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua
didalam pertandingan yang sama.
KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
Jika permainan dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.
KEPUTUSAN - KEPUTUSAN
Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :
Jika permainan dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.
KEPUTUSAN - KEPUTUSAN
Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :
1.
Jika dalam permainan terdapat 5 pemain
melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol,
maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan pemain kelimanya.
2.
Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain
dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
3.
Jika dalam pertandingan dimana terdapat
5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim
dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang
pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
4.
Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain
dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
5.
Jika tim yang mencetak gol adalah salah
satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa
menambah jumlah pemain.
6.
Tergantung pada peraturan 4 Pemain boleh
sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola
dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah
melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan
oleh pemain lawan.
Tetapi,
jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam
permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak
sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan
tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari
tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada
hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau
tidak. Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari
ketentuan dan makna dari peraturan 4
1.
Menyerang yang dapat membahayakan
keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must
be sanctioned as serious foul play).
2.
Tiap tindakan pura-pura di dalam
lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan
tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
3.
Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt
ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak
sportif (must be caution for unsporting behaviour).
C.
Sarana
dan Prasarana dalam Olahraga Futsal
A. Sarana Olahraga Futsal
Sarana
olahraga ialah terjemahan dari “facilities”, yaitu sesuatu yang di gunakan dan
di mamfaatkan selama pelaksanaan kegiatan atau olahraga.
Peralatan
(apparatus) sesuatu yang dapat di mamfaatkan atau di manipulasi dengan
tangan atau kaki.
v Bola
Ø Berbentuk
bulat.
Ø Terbuat dari
kulit atau bahan lainnya.
Ø Minimum
diameter 62 cm dan maximum 64 cm.
Ø Berat bola
pada saat pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.
Ø Tekanannya
sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600 g/cm³).
·
v Sepatu
Sepatu dengan model yang
diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu
gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Penggunaan
sepatu adalah wajib.
v Kaos Kaki
v Pengaman
Kaki (Shinguards).
Ø Secara
keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.
Ø Terbuat dari
bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).
Ø Harus
memberikan tingkat perlindungan yang cukup.
v Seragam atau
Kostum
Ø Diberi nomor
antara 1 – 15 dan harus tampak pada bagian belakang kostum.
Ø Warna nomor
harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.
Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.
Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.
v Penjaga
Gawang
Ø Penjaga
gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus di tutup
dengan kaos kaki.
Ø Setiap
penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta
wasit.
Ø Jika seorang
pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang
dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada
bagian belakang dengan nmoor pemain itu sendiri.
v Celana
pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya harus sama
dengan celana pendek utama
Peralatan (device)
yaitu sesuatu yang melengkapi kebutuhan prasarana
v Garis
Lapangan
Ø
Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut
termasuk garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis
samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).
Ø
Lebar garis pembatas 8 cm.
Ø
Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
Ø
Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan
lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3m.
v Jaring
Gawang
Ø
Jaring gawang berbahan nilon, yang diikatkan ke tiang
dan palang gawang. Kedalaman gawang adalah 80 cm untuk bagian atas gawang, dan
100 cm untuk bagian bawah.
B. Prasarana Olahraga
Futsal
Secara
umum Prasarana berarti segala sesuatu yang merupakan penunjang utama
terselenggaranya suatu proses.
Dalam
Olahraga Prasarana ialah suatu yang mempermudah atau memperlancar tugas dan
memiliki sifat yang relatif permanen.
v Lapangan
·
Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping
pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang:
Ø Panjang :
Minimal25 m, Maksimal 42 m
Ø Lebar :
Minimal 15 m, Maksimal 25 m
·
Ukuran Pertandingan Internasional:
Ø Panjang :
Minimal 38 , maksimal 42 m
Ø Lebar :
Minimal 18 m ,Maksimal 22 m
·
Penggunaan lapangan yang datar dan berumput alami,
atau rumput buatan diperbolehkan hanya untuk pertandingan lokal, tetapi tidak
untuk pertandingan-pertandingan yang bersifat Nasional dan Internasional.
·
Permukaan lapangan harus halus, rata dan tidak licin.
Bahan yang disarankan adalah kayu / parkit. Sangat tidak disarankan menggunakan
bahan beton dan paving stone. Pemilihan bahan permukaan lapangan ini bertujuan
mengutamakan keselamatan pemain futsal.
SEPAK BOLA
A.
Sejarah
Sepak Bola
Asal-usul
permainan sepak bola masih mengundang perdebatan dan masing-masing mempunyai
argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan tentunya sesuai versinya.
Pada abad ke-2 sampai abad ke-3 Sebelum Masehi (SM), didaratan Tiongkok atau Cina ada suatu permainan menggunakan bola yang di kenal dengan "tsu shu". Tsu dalam bahasa Cina berarti "menerjang bola dengan kaki", sedangkan shu berarti "bola dari kulit dan ada isinya".
Versi lain mengatakan sejarah kuno permainan sepak bola berasal dari Jepang, hal ini di dasari bahwa masyarakat Jepang telah mengenal permainan menggunakan bola sejak abad ke-8. Permainan menggunakan bola oleh masyarakat Jepang disebut "Kemari" sedangankan bola yang digunakan terbuat dari kulit kijang dan di dalamnya sudah dissi udara.
Versi lain menjelaskan bahwa sejarah permainan sepak bola dunia berasal dari Romawi kuno, hal ini digambarkan bahwa pada jaman itu seringkali terjadi peperangan antar bangsa di dahunia, secara tidak sengaja seorang serdadu menendang-nendang kepala mayat musuh yang berserakan. Keisengan tersebut ternyata menjadi kebiasaan dan menjadikan kepala mayat bagai bola yang ditendang oleh sekumpulan serdadu layaknya bermain bola.
Dari beberapa literatur tersebut belum bisa menunjukan permainan sepak bola seperti yang sekarang, baru pada tahun 1863 Negara Inggris yang pertama memperkenalkan peraturan permainan sepak bola dengan aturan dan istilah modern (kick and run) yang artinya menendang dan berlari. peraturan ini yang digunakan dalam permainan sepak bola sekarang, tentunya dengan berbagai perubahan-perubahan.
Pada tahun 1904 seorang yang bernama Guerin (Prancis) memprakarsai terbentuknya organisasi sepak bola dunia yang disebut FIFA (Federation International Football Association). FIFA mengatur tentang peraturan-peraturan persepakbolaan beserta manajemennya seperti yang kita ketahui sampai sekarang.
Berdasarkan literatur di atas dapat kita ketahui bahwa sejarah permainan sepak bola belum bisa dipastikan dari mana asalnya, tetapi Sejarah permainan sepak bola modern berasal dari negara Inggris, sebab Inggris lah negara pertama yang mempunyai aturan sepak bola modern.
Sedangkan sejarah permainan sepak bola Indonesia ada sejak jaman penjajahan Belanda. Permainan sepak bola masuk ke Indonesia/Nusantara dibawa oleh Belanda dan dimainkan oleh serdadu-serdadu Belanda pada saat istirahat atau tidak perang. Organisasi sepak bola pertama di Indonesia didirikan oleh Suratin Sosrosoegondo tahun 1930 dengan nama PSSI (Persatuan Sepak Bola Ssluruh Indonesia), dan Kejuaraan sepak bola pertamai Indonesia di adalan tahun 1960-an dengan nama "Piala Suratin" atau "Suratin Cup" yang diikuti oleh perwakilan pemuda seluruh Indonesia.
Pada abad ke-2 sampai abad ke-3 Sebelum Masehi (SM), didaratan Tiongkok atau Cina ada suatu permainan menggunakan bola yang di kenal dengan "tsu shu". Tsu dalam bahasa Cina berarti "menerjang bola dengan kaki", sedangkan shu berarti "bola dari kulit dan ada isinya".
Versi lain mengatakan sejarah kuno permainan sepak bola berasal dari Jepang, hal ini di dasari bahwa masyarakat Jepang telah mengenal permainan menggunakan bola sejak abad ke-8. Permainan menggunakan bola oleh masyarakat Jepang disebut "Kemari" sedangankan bola yang digunakan terbuat dari kulit kijang dan di dalamnya sudah dissi udara.
Versi lain menjelaskan bahwa sejarah permainan sepak bola dunia berasal dari Romawi kuno, hal ini digambarkan bahwa pada jaman itu seringkali terjadi peperangan antar bangsa di dahunia, secara tidak sengaja seorang serdadu menendang-nendang kepala mayat musuh yang berserakan. Keisengan tersebut ternyata menjadi kebiasaan dan menjadikan kepala mayat bagai bola yang ditendang oleh sekumpulan serdadu layaknya bermain bola.
Dari beberapa literatur tersebut belum bisa menunjukan permainan sepak bola seperti yang sekarang, baru pada tahun 1863 Negara Inggris yang pertama memperkenalkan peraturan permainan sepak bola dengan aturan dan istilah modern (kick and run) yang artinya menendang dan berlari. peraturan ini yang digunakan dalam permainan sepak bola sekarang, tentunya dengan berbagai perubahan-perubahan.
Pada tahun 1904 seorang yang bernama Guerin (Prancis) memprakarsai terbentuknya organisasi sepak bola dunia yang disebut FIFA (Federation International Football Association). FIFA mengatur tentang peraturan-peraturan persepakbolaan beserta manajemennya seperti yang kita ketahui sampai sekarang.
Berdasarkan literatur di atas dapat kita ketahui bahwa sejarah permainan sepak bola belum bisa dipastikan dari mana asalnya, tetapi Sejarah permainan sepak bola modern berasal dari negara Inggris, sebab Inggris lah negara pertama yang mempunyai aturan sepak bola modern.
Sedangkan sejarah permainan sepak bola Indonesia ada sejak jaman penjajahan Belanda. Permainan sepak bola masuk ke Indonesia/Nusantara dibawa oleh Belanda dan dimainkan oleh serdadu-serdadu Belanda pada saat istirahat atau tidak perang. Organisasi sepak bola pertama di Indonesia didirikan oleh Suratin Sosrosoegondo tahun 1930 dengan nama PSSI (Persatuan Sepak Bola Ssluruh Indonesia), dan Kejuaraan sepak bola pertamai Indonesia di adalan tahun 1960-an dengan nama "Piala Suratin" atau "Suratin Cup" yang diikuti oleh perwakilan pemuda seluruh Indonesia.
Presiden
FIFA
1904-1906
Robert Guérin (Perancis)
1906-1918 Daniel Burley Woolfall (Inggris)
1921-1954 Jules Rimet (Perancis)
1954-1955 Rodolphe Seeldrayers (Belgia)
1955-1961 Arthur Drewry (Inggris)
1961-1974 Sir Stanley Rous (Inggris)
1974-1998 João Havelange (Brazil)
1998-sekarang Sepp Blater (Swiss)
1906-1918 Daniel Burley Woolfall (Inggris)
1921-1954 Jules Rimet (Perancis)
1954-1955 Rodolphe Seeldrayers (Belgia)
1955-1961 Arthur Drewry (Inggris)
1961-1974 Sir Stanley Rous (Inggris)
1974-1998 João Havelange (Brazil)
1998-sekarang Sepp Blater (Swiss)
B.
Peraturan
Sepak Bola
PERATURAN
PERMAINAN SEPAKBOLA
ATURAN I –
LAPANGAN PERMAINAN
LAPANGAN
LAPANGAN
·
Pertandingan dapat dilakukan di
lapangan rumput alami atau rumput sintetis tergantung aturan kompetisi/pertandingan.
·
Warna lapangan sintetis harus hijau.
·
Jika digunakan untuk pertandingan
resmi FIFA, lapangan sintetis harus mendapat persetujuan dari FIFA
GARIS LAPANGAN
·
Lapangan permainan harus persegi
panjang dan ditandai dengan garis. Garis-garis ini berasal dari daerah-daerah
yang mereka batas.
·
Dua garis batas lagi disebut garis
sentuh atau kita kenal dengan nama kotak penalty. Dua garis yang lebih pendek
disebut garis gawang kita lebih mengenal dengan nama daerah gawang atau kotak
gawang.
·
Lapangan permainan dibagi menjadi
dua bagian dengan garis tengah, yang bergabung dengan titik-titik tengah dari
dua garis sentuh.
·
Tanda pusat akan ditunjukkan di
titik tengah dari garis tengah. Sebuah lingkaran dengan radius 9,15 m (10 yds)
yang ditandai di sekitarnya.- Sebuah tanda dapat dilakukan dari lapangan
permainan, 9.15 m (10 yds) dari busur sudut dan pada sudut kanan ke garis
tujuan dan garis-garis sentuhan, untuk memastikan bahwa pemain bertahan berada
di jarak ini ketika tendangan sudut sedang diambil
UKURAN INTERNASIONAL
Panjang : min 100 m (110 yds) – max 110 m (120 yds)
Lebar : min 64 m (70 yds) max 75 m (80 yds)
DAERAH GAWANG (THE GOAL AREA)
Dua garis yang ditarik pada sudut kanan ke garis gawang, 5,5 m (6 yds) dari dalam gawang masing-masing. Garis-garis ini meluas ke bidang bermain untuk jarak 5,5 m (6 yds) dan bergabung dengan garis yang ditarik sejajar dengan garis gawang. Daerah dibatasi oleh garis dan garis gawang adalah daerah gawang
DAERAH PENALTI (THE PENALTY AREA)
Dua garis yang ditarik pada sudut kanan ke garis gawang, 16,5 m (18 yds) dari dalam gawang masing-masing. Garis-garis ini meluas ke bidang bermain untuk jarak 16,5 m (18 yds) dan bergabung dengan garis yang ditarik sejajar dengan garis gawang.
Daerah ini dibatasi oleh garis dan garis gawang adalah area penalti.
Dalam setiap area penalti, tanda hukuman dibuat 11 m (12 yds) dari titik tengah antara tiang gawang dan jarak yang sama kepada mereka.
Sebuah busur dari lingkaran dengan radius 9,15 m (10 yds) dari pusat setiap tanda hukuman yang diambil di luar area penalti.
TIANG BENDERA
Sebuah tiang bendera, tinggi tidak kurang dari 1,5 m (5 ft), dengan bagian dipasang bendera harus ditempatkan di setiap sudut lapangan permainan.
Tiang bendera juga dapat ditempatkan pada setiap akhir baris tengah, tidak kurang dari 1 m (1 yd) di luar garis sentuh/garis permainan.
BUSUR SUDUT
Sebuah seperempat lingkaran dengan radius 1 m (1 yd) dari setiap tiang bendera sudut digambarkan di dalam lapangan permainan
GAWANG
UKURAN INTERNASIONAL
Panjang : min 100 m (110 yds) – max 110 m (120 yds)
Lebar : min 64 m (70 yds) max 75 m (80 yds)
DAERAH GAWANG (THE GOAL AREA)
Dua garis yang ditarik pada sudut kanan ke garis gawang, 5,5 m (6 yds) dari dalam gawang masing-masing. Garis-garis ini meluas ke bidang bermain untuk jarak 5,5 m (6 yds) dan bergabung dengan garis yang ditarik sejajar dengan garis gawang. Daerah dibatasi oleh garis dan garis gawang adalah daerah gawang
DAERAH PENALTI (THE PENALTY AREA)
Dua garis yang ditarik pada sudut kanan ke garis gawang, 16,5 m (18 yds) dari dalam gawang masing-masing. Garis-garis ini meluas ke bidang bermain untuk jarak 16,5 m (18 yds) dan bergabung dengan garis yang ditarik sejajar dengan garis gawang.
Daerah ini dibatasi oleh garis dan garis gawang adalah area penalti.
Dalam setiap area penalti, tanda hukuman dibuat 11 m (12 yds) dari titik tengah antara tiang gawang dan jarak yang sama kepada mereka.
Sebuah busur dari lingkaran dengan radius 9,15 m (10 yds) dari pusat setiap tanda hukuman yang diambil di luar area penalti.
TIANG BENDERA
Sebuah tiang bendera, tinggi tidak kurang dari 1,5 m (5 ft), dengan bagian dipasang bendera harus ditempatkan di setiap sudut lapangan permainan.
Tiang bendera juga dapat ditempatkan pada setiap akhir baris tengah, tidak kurang dari 1 m (1 yd) di luar garis sentuh/garis permainan.
BUSUR SUDUT
Sebuah seperempat lingkaran dengan radius 1 m (1 yd) dari setiap tiang bendera sudut digambarkan di dalam lapangan permainan
GAWANG
·
Gawang harus ditempatkan pada pusat
setiap garis gawang.
·
Gawang terdiri dari dua tiang tegak
berjarak sama dari bendera sudut dan di bagian atas oleh palang
horizontal/mistar. Tiang gawang dan palang/mistar harus dibuat dari kayu, logam
atau bahan lain yang disetujui. Harus persegi, persegi panjang, bulat atau
berbentuk elips dan tidak boleh membahayakan pemain.
·
Jarak antara tiang gawang adalah
7,32 m (8 yds) dan jarak dari tepi bawah mistar gawang ke tanah adalah 2,44 m
(8 ft).
·
Kedua tiang gawang dan mistar gawang
memiliki lebar yang sama dan kedalaman, yang tidak melebihi 12 cm (5 in). Garis
Gawang harus dari lebar yang sama seperti tiang gawang dan mistar gawang.
·
Jaring dapat disertakan dengan
gawang dan tanah di belakang tujuan, asalkan mereka benar didukung dan tidak
mengganggu penjaga gawang.
·
Tiang gawang dan lintang/mistar
harus putih
KESELAMATAN
Gawang harus tertanam aman dengan aman ke tanah. Gawang Portable hanya dapat digunakan jika mereka memenuhi persyaratan keamanan.
ATURAN II – BOLA
Kualitas dan Ukuran
Bola harus:
·
Bundar/bulat
·
Terbuat dari kulit atau bahan yang
cocok lainnya
·
Lingkar tidak lebih dari 70 cm (28
in) dan tidak kurang dari 68 cm (27 ini.
·
Berat di awal pertandingan tidak
lebih dari 450 g (16 oz) dan tidak kurang dari 410 g (14 oz).
·
Tekanan udara 0,6-1,1 atmosfer (600
- 1.100 g/cm2) di atas permukaan laut (8,5 lbs/sq in - 15,6 lbs/sq in)
Penggantian bola yang rusak/cacat.
Jika bola pecah atau menjadi rusak dalam pertandingan maka :
·
Pertandingan dihentikan
·
Pertandingan dilanjutkan dengan
wasit menjatuhkan bola pengganti (melakukan dropball) di tempat dimana bola
sebelumnya, kecuali jika permainan dihentikan di dalam daerah gawang, dalam hal
ini wasit menjatuhkan bola pengganti (melakukan dropball) di garis daerah
gawang, sejajar dengan garis gawang pada titik terdekat dimana bola berada ketika
asli bermain dihentikan
Jika
bola pecah atau menjadi rusak tidak dalam permainan yakni saat kick-off,
tendangan gawang, tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan penalti
atau lemparan ke dalam:
·
Pertandingan dimulai/dilanjutkan
sesuai aturan.
·
Bola tidak dapat diubah/diganti
selama pertandingan tanpa otoritas/izin dari wasit.
Keputusan Dewan Internasional F.A.
Keputusan 1
Selain persyaratan Aturan II, bola yang digunakan dalam pertandingan dan dimainkan di kompetisi resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA atau konfederasi adalah kondisional pada bantalan bola salah satu dari berikut:
• Logo resmi "FIFA APPROVED"
• Logo resmi " FIFA INSPECTED "
• Logo "INTERNATIONAL MATCHBALL STANDART"
Logo pada bola menunjukkan bahwa telah diuji secara resmi dan ditemukan sesuai dengan persyaratan teknis tertentu, yang berbeda untuk logo masing-masing dan tambahan untuk spesifikasi minimum yang ditetapkan dalam Aturan II.
Daftar persyaratan tambahan khusus untuk masing-masing logo harus disetujui oleh Dewan FA Internasional. Lembaga melakukan tes tunduk pada persetujuan FIFA.
Anggota asosiasi kompetisi juga mungkin memerlukan penggunaan bantalan bola siapa pun dari ketiga logo.
Keputusan 2
Pada pertandingan yang dimainkan di kompetisi resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA, konfederasi atau asosiasi anggota, tidak ada bentuk iklan komersial pada bola diperbolehkan, kecuali untuk lambang kompetisi, penyelenggara kompetisi dan merek dagang resmi dari pabrikan .
Peraturan kompetisi dapat membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.
ATURAN III – JUMLAH PEMAIN
Pemain
Sebuah pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing terdiri tidak lebih dari sebelas pemain, salah satunya adalah kiper. Sebuah pertandingan mungkin tidak memulai jika salah satu tim kurang dari tujuh pemain.
Kompetisi Resmi
Sampai maksimum tiga pengganti dapat digunakan dalam setiap pertandingan dimainkan di kompetisi resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA, konfederasi atau asosiasi anggota.
Aturan kompetisi harus menyatakan berapa banyak pengganti dapat dicalonkan, dari tiga sampai maksimal tujuh.
Pertandingan Lain
Dalam sebuah pertandingan Tim Nasional, maksimum enam pengganti dapat digunakan.
Dalam pertandingan lainnya, sejumlah besar pengganti dapat digunakan dengan syarat:
• Tim yang bertanding mencapai kesepakatan pada jumlah maksimum
• Wasit diberitahukan sebelum pertandingan
Jika wasit tidak diinformasikan, atau jika tidak ada kesepakatan sebelum pertandingan, maka tidak boleh lebih dari enam pengganti yang diijinkan.
Semua Pertandingan
Dalam semua pertandingan, nama-nama pengganti harus diberikan kepada wasit sebelum dimulainya pertandingan. Setiap pengganti yang namanya tidak diberikan kepada wasit sebelum pertandingan tidak dapat dimainkan dalam pertandingan.
Prosedur Pergantian
Untuk mengganti pemain dengan pemain pengganti, kondisi berikut harus diperhatikan:
·
Wasit harus diberitahu sebelum penggantian
dilakukan
·
Pengganti hanya memasuki bidang
bermain setelah pemain yang diganti telah meninggalkan dan setelah menerima
sinyal dari wasit
·
Pengganti hanya memasuki bidang
bermain di garis tengah dan ketika permainan berhenti
·
Penggantian selesai ketika pemain
pengganti memasuki lapangan permainan
·
Dari saat itu, pengganti menjadi
pemain dan pemain yang telah diganti menjadi pemain pengganti
·
Pemain diganti tidak mengambil
bagian lebih lanjut dalam pertandingan
·
Semua pengganti tunduk pada otoritas
dan yurisdiksi wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak
Mengubah
kiper
Setiap pemain lain dapat berubah tempat dengan kiper, asalkan:
• Wasit diinformasikan sebelum perubahan dilakukan
• Perubahan dilakukan ketika permainan berhenti
Pelanggaran dan Sanksi
Jika penggantian atau pemain pengganti masuk lapangan permainan tanpa izin wasit:
Setiap pemain lain dapat berubah tempat dengan kiper, asalkan:
• Wasit diinformasikan sebelum perubahan dilakukan
• Perubahan dilakukan ketika permainan berhenti
Pelanggaran dan Sanksi
Jika penggantian atau pemain pengganti masuk lapangan permainan tanpa izin wasit:
·
Wasit menghentikan permainan
(meskipun tidak segera jika penggantian atau pemain pengganti tidak mengganggu
dengan bermain)
·
Wasit memperingatkan pemain yang
bersangkutan perilaku tidak sportif dan memerintahkan dia untuk meninggalkan
lapangan permainan
·
Jika wasit telah menghentikan
permainan, untuk memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak
langsung bagi tim lawan dari posisi bola pada saat penghentian (lihat Aturan
XIII - Posisi Tendangan Bebas)
Jika seorang pemain berubah posisi dengan kiper tanpa izin wasit sebelum perubahan dilakukan:
·
Wasit memungkinkan bermain untuk
melanjutkan
·
Wasit memperingatkan pemain tersebut
ketika bola berikutnya keluar dari permainan
Dalam hal terjadi pelanggaran lain dari Aturan ini:
·
Pemain yang bersangkutan
diperingatkan
·
Pertandingan dimulai dengan
tendangan bebas tidak langsung, yang akan diambil oleh pemain dari tim lawan
dari posisi bola pada saat penghentian (lihat Aturan XIII - Posisi Tendangan
Bebas)
Pemain dan Pengganti Dikeluarkan
Seorang pemain yang dikeluarkan sebelum kick-off dapat digantikan hanya oleh satu dari daftar pemain pengganti.
Pemain dalam daftar pengganti yang dikeluarkan baik sebelum kick-off atau setelah bermain telah dimulai, tidak dapat diganti.
FIFA Laws of The Game 2010/2011, LAW
4 - THE PLAYERS EQUIPMENT
PERATURAN PERMAINAN FIFA 2010/2011,
PERATURAN PERMAINAN FIFA 2010/2011,
ATURAN IV - PERLENGKAPAN PEMAIN
Keselamatan
Seorang pemain tidak boleh menggunakan perlengkapan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya atau pemain lain (termasuk segala jenis perhiasan).
Perlengkapan Dasar
Perlengkapan dasar wajib pemain terdiri dari item yang terpisah sebagai berikut:
Keselamatan
Seorang pemain tidak boleh menggunakan perlengkapan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya atau pemain lain (termasuk segala jenis perhiasan).
Perlengkapan Dasar
Perlengkapan dasar wajib pemain terdiri dari item yang terpisah sebagai berikut:
·
Jersey atau kemeja dengan lengan - jika menggunakan
pakaian dalam, warna lengan harus menjadi warna utama yang sama dengan lengan
jersey atau baju
·
Celana pendek - jika menggunakan pakaian dalam, harus
dari warna utama yang sama dengan celana pendek
·
Kaus kaki
·
Shinguards atau pelindung tulang kering
·
Sepatu
Shinguards / Pelindung tulang kering
• Tertutup seluruhnya oleh kaus kaki
• Terbuat dari karet, plastik atau bahan sejenis yang cocok
• Memberikan tingkat perlindungan yang wajar
Warna
·
Kedua tim harus memakai warna yang membedakan mereka
dari satu sama lain dan juga wasit dan asisten wasit
·
Setiap penjaga gawang harus memakai warna yang
membedakannya dari pemain lain, wasit dan asisten wasit
Pelanggaran dan Sanksi
Dalam hal terjadi pelanggaran Aturan ini:
·
Permainan tidak perlu dihentikan
·
Pemain yang bersalah diinstruksikan oleh wasit untuk
meninggalkan lapangan permainan untuk memperbaiki perlengkapannya
·
Pemain meninggalkan lapangan permainan sampai bola
berikutnya berhenti menjadi dalam permainan, kecuali jika ia telah dimemperbaiki
perlengkapannya
·
Setiap pemain diminta untuk meninggalkan lapangan
permainan untuk memperbaiki perlengkapannya tidak boleh kembali masuk tanpa
izin wasit
·
Wasit harus memeriksa perlengkapan pemain telah
dipakai dengan benar sebelum mengizinkan untuk kembali memasuki lapangan
permainan
·
Pemain hanya diperbolehkan untuk masuk kembali ke
lapangan permainan saat bola diluar dari permainan
Seorang pemain yang telah diminta untuk meninggalkan lapangan permainan karena suatu pelanggaran Aturan ini dan yang kembali memasuki lapangan permainan tanpa izin wasit harus diperingatkan.
Memulai Kembali Permainan
Jika permainan dihentikan oleh wasit untuk mengurus peringatan:
·
Pertandingan dimulai kembali oleh tendangan bebas
tidak langsung dilakukan oleh pemain dari tim lawan dari tempat dimana bola
berada ketika wasit menghentikan permainan (lihat Aturan 13 - Posisi Tendangan
Bebas)
Keputusan Dewan Internasional F.A.
Keputusan 1
Pemain tidak boleh mengungkapkan pakaian dalam menampilkan slogan atau iklan. Perlengkapan dasar wajib tidak boleh memiliki pernyataan politik, agama atau pribadi.
Seorang pemain melepas kausnya atau kemeja untuk mengungkapkan slogan atau iklan akan dihukum oleh penyelenggara kompetisi. Tim dari pemain yang perlengkapan wajib dasar memiliki slogan-slogan politik, agama atau pribadi atau pernyataan akan disanksi oleh penyelenggara kompetisi atau oleh FIFA.
PERATURAN PERMAINAN FIFA 2010/2011, ATURAN 5 & 6 - WASIT & ASISTEN WASIT
ATURAN V – WASIT
Kewenangan wasit
Setiap pertandingan sepakbola dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang mutlak dalam menegakkan Peraturan Permainan pada pertandingan dimana dia ditugaskan.
Kekuasaan dan tugas Wasit tersebut:
·
Menegakkan Peraturan Permainan
·
Memimpin pertandingan bekerjasama dengan asisten
wasit, dan dengan ofisial keempat apabila ada penugasannya.
·
Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi
persyaratan Aturan II.
·
Memastikan bahwa perlengkapan pemain memenuhi
persyaratan Aturan IV.
·
Bertindak sebagai pencatat waktu dan menyimpan catatan
pertandingan
·
Memberhentikan, menunda atau membatalkan pertandingan,
dengan kebijaksanaannya, untuk setiap pelanggaran terhadap peraturan.
·
Memberhentikan, menunda atau membatalkan pertandingan
karena gangguan di luar apapun
·
Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya,
seorang pemain terluka parah/cidera serius dan memastikan bahwa ia dikeluarkan
dari lapangan permainan. Pemain cedera hanya dapat kembali ke lapangan
permainan setelah permainan telah dimulai kembali.
·
Meneruskan permainan untuk tetap berlanjut sampai bola
keluar dari permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya mengalami
cidera ringan
·
Memastikan bahwa setiap pemain yang mengalami
pendarahan karena cidera dikeluarkan dari lapangan permainan. Pemain hanya
dapat kembali pada menerima isyarat dari wasit, yang harus telah memastikan
bahwa pendarahan telah berhenti
·
Memungkinkan untuk melanjutkan permainan bila tim
mendapatkan keuntungan terhadap pelanggaran yang telah dilakukan oleh lawannya,
dan menghukum pelanggaran tersebut, jika menurut pendapatnya keuntungan yang
akan diberikan tidak dapat atau tidak mungkin terlaksana.
·
Memberikan hukuman terhadap pelanggaran yang paling
berat, apabila seorang pemain pada waktu yang bersamaan melakukan pelanggaran
lebih dari satu kali.
·
Mengambil tindakan disipliner terhadap pemain bersalah
karena pelanggaran peringatan (kartu kuning) dan pengusiran (kartu merah). Dia
tidak berkewajiban untuk mengambil tindakan ini segera tetapi harus
melakukannya ketika bola berikutnya keluar dari permainan.
·
Mengambil tindakan terhadap para offisial tim yang
berperilaku tidak sportif dan dengan kebijakannya, wasit dapat mengusir mereka
dari lapangan permainan dan segera keluar dari lingkungan permainan
·
Bertindak atas saran dari asisten wasit tentang
insiden tidak dilihatnya.
·
Memastikan bahwa tidak ada orang yang tidak berhak
memasuki lapangan permainan.
·
Memberikan aba-aba memulai permainan setelah
dihentikan.
·
Memberikan laporan pertandingan kepada pihak yang
berwenang, yang meliputi informasi pada setiap tindakan disipliner yang diambil
terhadap pemain dan / atau pejabat tim dan setiap kejadian lain yang terjadi
sebelum, selama atau setelah pertandingan
Keputusan Wasit
Keputusan
wasit terkait dengan permainan, termasuk apakah gol atau tidak mencetak gol dan
hasil pertandingan, bersifat final. Wasit hanya dapat mengubah keputusan
apabila menyadari bahwa keputusan yang ditetapkan sebelumnya tidak benar atau
menurut pendapatnya, berdasarkan saran asisten wasit atau offisial keempat,
keputusan tersebut perlu diubah, asalkan wasit belum memulai kembali permainan
atau belum mengakhir pertandingan.
Keputusan Dewan Internasional F.A.
Keputusan 1
Seorang wasit (atau juga berlaku pada asisten wasit atau ofisial keempat) tidak bertanggung jawab untuk:
Keputusan Dewan Internasional F.A.
Keputusan 1
Seorang wasit (atau juga berlaku pada asisten wasit atau ofisial keempat) tidak bertanggung jawab untuk:
·
Segala macam jenis cedera yang diderita oleh petugas
pertandingan, pemain atau penonton.
·
Segala macam kerugian/kerusakan terhadap harta benda
apapun
·
Segala macam kerugian lain yang diderita oleh
individu, perusahaan, asosiasi atau badan lain, yang karena atau yang mungkin
karena keputusan apapun bahwa ia dapat mengambil berdasarkan Peraturan
Permainan atau sehubungan dengan prosedur normal yang dibutuhkan untuk terus,
memutar dan mengontrol pertandingan.
Keputusan tersebut dapat juga mencakup:
·
Keputusan bahwa kondisi lapangan permainan atau
sekitarnya atau kondisi cuaca seperti untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan
pertandingan berlangsung
·
Keputusan untuk meninggalkan pertandingan untuk alasan
apapun
·
Keputusan untuk kesesuaian dari peralatan lapangan dan
bola yang digunakan selama pertandingan
·
Keputusan untuk berhenti atau tidak berhenti
pertandingan karena gangguan penonton atau masalah di daerah penonton
·
Keputusan untuk berhenti atau tidak berhenti bermain
yang memungkinkan pemain cedera untuk dikeluarkan dari lapangan permainan untuk
untuk pengobatan
·
Keputusan untuk membutuhkan pemain cedera untuk
dihapus dari bidang bermain untuk pengobatan
·
Keputusan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan
pemain untuk mengenakan pakaian atau perlengkapan tertentu
·
Keputusan (di mana dia memiliki wewenang) untuk
mengizinkan atau tidak mengizinkan setiap orang (termasuk offisial tim atau
stadion, petugas keamanan, fotografer atau media lain perwakilan) untuk berada
di sekitar lapangan permainan
·
Keputusan lain bahwa ia dapat mengambil sesuai dengan
Peraturan Permainan atau sesuai dengan tugasnya sesuai dengan ketentuan FIFA,
konfederasi, anggota asosiasi atau aturan atau peraturan liga di mana
pertandingan dimainkan
Keputusan 2
Dalam turnamen atau kompetisi di mana ofisial keempat yang ditunjuk, peran dan tugas harus sesuai dengan pedoman yang disetujui oleh International FA Board, yang terkandung dalam aturan ini.
ATURAN VI – ASISTEN WASIT
Tugas
Dua asisten wasit yang ditunjuk yang memiliki tugas, tunduk pada keputusan wasit, adalah untuk memberikan isyarat/tanda :
Dalam turnamen atau kompetisi di mana ofisial keempat yang ditunjuk, peran dan tugas harus sesuai dengan pedoman yang disetujui oleh International FA Board, yang terkandung dalam aturan ini.
ATURAN VI – ASISTEN WASIT
Tugas
Dua asisten wasit yang ditunjuk yang memiliki tugas, tunduk pada keputusan wasit, adalah untuk memberikan isyarat/tanda :
·
Ketika seluruh bola meninggalkan lapangan permainan
·
Tim mana yang berhak untuk suatu tendangan sudut,
tendangan gawang atau lemparan ke dalam
·
Ketika seorang pemain bisa dihukum karena dalam posisi
offside
·
Ketika pergantian pemain akan dilakukan
·
Ketika kesalahan atau insiden lainnya terjadi di luar
pandangan wasit
·
Ketika pelanggaran telah terjadi setiap kali asisten
wasit memiliki pandangan yang lebih baik dari wasit (ini termasuk, dalam
situasi tertentu, pelanggaran yang dilakukan di area penalti)
·
Ketika saat tendangan penalti, kiper bergerak dari
garis gawang sebelum bola tersebut ditendang dan jika bola melewati garis
Bantuan
Para asisten wasit juga membantu wasit dalam mengontrol pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan. Secara khusus, Asisten Wasit bisa masuk lapangan permainan untuk membantu mengendalikan 9,15 m (10 yds) jarak.
Dalam hal gangguan yang tidak semestinya atau perlakuan yang tidak semestinya, wasit akan meringankan asisten wasit dari tugasnya dan membuat laporan kepada pihak yang berwenang.
LAW 5 & 6 - Referee & Asistant Referees
PERATURAN PERMAINAN FIFA 2011/2012
ATURAN VII – LAMANYA PERTANDINGAN
Babak Permainan
Pertandingan berlangsung dua babak yang waktunya sama yaitu 45 menit, kecuali ada kesepakatan lain antara wasit dan kedua tim yang akan bertanding. Setiap persetujuan untuk mengubah waktu permainan (misalnya untuk mengurangi waktu suatu babak permainan menjadi 40 menit karena cahaya tidak cukup) harus dilakukan sebelum memulai dimulai dan harus sesuai dengan aturan kompetisi.
ATURAN VII – LAMANYA PERTANDINGAN
Babak Permainan
Pertandingan berlangsung dua babak yang waktunya sama yaitu 45 menit, kecuali ada kesepakatan lain antara wasit dan kedua tim yang akan bertanding. Setiap persetujuan untuk mengubah waktu permainan (misalnya untuk mengurangi waktu suatu babak permainan menjadi 40 menit karena cahaya tidak cukup) harus dilakukan sebelum memulai dimulai dan harus sesuai dengan aturan kompetisi.
Waktu Jeda/Istirahat antara Kedua Babak
Pemain berhak mendapat waktu istirahat antara kedua babak.
Waktu istirahat harus tidak lebih dari 15 menit.
Peraturan kompetisi harus menyatakan jakngka waktu istirahat babak pertama.
Lamanya waktu istirahat dapat diubah hanya dengan persetujuan wasit.
Tambahan waktu yang hilang
Tambahan waktu diberikan pada setiap babak untuk seluruh waktu yang hilang pada babak tersebut karena :
·
Penggantian Pemain
·
Penilaian terhadap pemain yang cidara
·
Pemindahan pemain yang cidera dari lapangan permainan
untuk mendapatkan perawatan
·
Membuang-buang waktu
·
Penyebab lainnya
Penyisihan waktu yang hilang adalah berdasarkan kebijaksanaan dari wasit.
Penyisihan waktu yang hilang adalah berdasarkan kebijaksanaan dari wasit.
Tendangan Penalty
Jika tendangan penalti harus dilakukan atau diulang kembali, waktu permainan atau tambahan waktu diperpanjang sampai tendangan penalty selesai.
Pertandingan yang Terhenti/terbengkalai
Sebuah pertandingan yang terbengkalai/terhenti, dapat dilanjutkan/diputar kembali kecuali peraturan kompetisi menetapkan lain.
Jika tendangan penalti harus dilakukan atau diulang kembali, waktu permainan atau tambahan waktu diperpanjang sampai tendangan penalty selesai.
Pertandingan yang Terhenti/terbengkalai
Sebuah pertandingan yang terbengkalai/terhenti, dapat dilanjutkan/diputar kembali kecuali peraturan kompetisi menetapkan lain.
C. Sarana Dan Prasaran Sepak Bola
A. Sarana Sepak Bola
1. Bola
Spesifikasi Bola adalah :
·
Berbentuk bundar atau bulat.
·
Terbuat dari kulit atau bahan lain yang sesuai.
·
Lingkaran tidak lebih dari 70 cn (28 inci) dan tidak
kurang dari 68 cm (27 inci).
·
Berat tidak lebih dari 450 gr dan tidak kurang dari
410 gr pada saat dimulainya pertandingan.
·
Tekanan udara dengan 0.6 sampai 1,1 atm (600-1100
gr/cm2) pada permukaan laut (8,5 lbs / sq inci sampai 15,6 lbs / sq inci)
2. Kostum
·
Baju kaos atau kemeja olahraga.
·
Celana pendek (jika memakai celana dalam penghangat,
warnanya harus sama dengan warna celana pendek utama).
·
Kaos kaki.
·
Sepatu
·
Pelindung tulang kering (seluruhnya terturup oleh kaos
kaki, terbuat dari bahan yang sesuai, missal ; karet, plastik / bahan
sejenisnya).
·
Sarung tangan untuk penjaga gawang
B. Prasarana Sepak Bola
1. Lapangan
·
Pertandingan dapat dilakukan di lapangan yang permuka’annya
dilapisi dengan rumput asli atau buatan / artificial, sepanjang ketentuan
tentang itu ditetapkan dalam peraturan kompetisi yang berlaku.
·
Ukuran
Lapangan permainan sepak bola harus
berbentuk 4 persegi panjang, dan garis samping atau touch line ( harus lebih
panjang dari garis gawang goal line ).
Panjang : Min 90 m (100 yard)
Max 120 m (130 yard)
Lebar : Min
45 m (50 yard)
Max 90 m (100 yard)
Standart ukuran sepak bola
Interasional :
Panjang : Min 100 m (110 yard)
Max 110 m (120 yard)
Lebar : Min
64 m (70 yard)
Max 75 m (80 yard)
·
Marka Lapangan
Lapangan permainan sepak bola
ditandai dengan garis. Garis-garis ini
termasuk dalam daerah permainan yang
dibatasinya. 2 garis batas yang
panjang disebut garis sampinh 2
garis yang pendek disebut garis gawang.
Lebar garis-garis ini tidak lebih
dari 12 cm (5 inci). Lapangan permainan
dibagi dalam 2 bagian oleh sebuah
garis tengah. Titik tengah terdapat pada
pertengahan garis tengah dan
dikelilingi oleh sebuah lingkaran dengan
radios 9,15 m (10 yard)
·
Daerah Gawang
Terdapat pada masing-masing ujung
lapangan sebagai berikut :
2 buah garis tegak lurus dengan
garis gawang dibuat pada sisi kiri kanan
gawang dengan jarak , 5,5 m ( 6
yard) diukur dari bagian sebelah dalam
tiang gawang. Ke-2 garis ini ditarik
ke dalam lapangan permainan dengan
panjang 5,5 m (6 yard) dan
dihubungkan dengan gais yang sejajar dengan
garis gawang. Daerah yang dibatasi
oleh garis-garis ini dan garis gawang
adalah daerah gawang.
·
Daerah Penalti
2 buah garis tegak lurus dengan
garis gawang dibuat sisi kiri dan kanan
gawang dengan jarak 16,5 (18 yard)
diukur dari dan kanan gawang. Ke-2
garis ini ditarik ke dalam lapangan
permainan dengan panjang 16,5 m (18
yard) dan dihubungkan dengan garis
yang sejajar dengan garis gawang.
Daerah yang dibatasi oleh
garis-garis ini dan garis gawang adalah daerah
pinalti, pada setiap daerah pinalti
di buat sebuah titik pinalti yang berjarak
11 cm ( 12 yard) dari titik tengah
antara kedua tiang gawang dan sama
jaraknya dengan tiang gawang tersebut,
di luar daerah pinalti di buat suatu
garis busur atau lingkarandengan
radius 9,15 m (10 yard) dari masing-
masing titik pinalti
·
Tiang Bendera
Tinggi tidak kurang dari 1,5 m(5
kaki) yang bagian atasnya tumpul dan
dengan bendera terpasang, ditempatkan
pada setiap sudut lapangan. Tiang
bendera boleh juga ditempatkan
diujung garis tengah tidak kurang dari 1
m di luar garis samping.
·
Busur Tendangan Sudut
Untuk tendangan sudut, dari setiap
bendera dibuat seperempat
lingkaran dengan radius 1m ( 1 yard)
ke dalam lapangan permainan.
·
Gawang
Gawang harus di tempatkan pada
bagian tengah masing-masing garis
gawang, gawang terdiri dari 2 tiang
tegak lurus yang sama jaraknya dari
tiang bendera sudut dan dihubungkan
secara horizontal oleh sebuah mistar
atau palang gawang. Lebar gawang
adalah 7,32 m (8 yard) dan jarak dari
bagian paling abawah mistar atau
palanga gawang ke tanah adalah 2,44 m
(8 kaki). Lebar ke-2 tiang gawang
dan lebar mistar atau palang gawang
sama tidak lebih dari 12 cm atau 6
inci. Lebar garis gawang sama dengan
lebar tiang gawang dan mistar atau
palang gawang. Jaring gawang
diikatkan ke tiang gawang, mistar
atau palang gawang dan tanah di bagian
belakang gawang, dengan syarat bahwa
jarring gawang tersebut
bersanggah dengan baik dan tidak
mengganggu penjaga gawang, tiang
gawang dan mistar gawang harus
berwarna putih.
DAFTAR
PUSTAKA
http://peraturanbermainfutsal.blogspot.com/
(diakses pada 26 April 2014)
http://msportcourt.com/index.php/peraturan-pertandingan-atau-kompetisi-futsal/
(diakses pada 26 April 2014)
http://www.beritakaget.com/arsip/tata-cara-pelaksanaan-turnamen-liga-futsal.html
(diakses pada 26 April 2014)
http://penjasunismuhluwuk.blogspot.com/2013/10/sarana-dan-prasarana-olahraga-futsal.html
(diakses pada 26 April 2014)
http://asal-usul-motivasi.blogspot.com/2010/10/asal-usul-sepak-bola.html
(diakses pada 26 April 2014)
http://dudih.wordpress.com/materi/permainan/permainan-futsal/
(diakses pada 26 April 2014)
http://materipenjasorkes.blogspot.com/2013/09/sejarah-permainan-sepak-bola-dunia-dan.html
(diakses pada 26 April 2014)
https://segulungperkamen.wordpress.com/tag/asal-usul-sepak-bola/
(diakses pada 26 April 2014)
http://biruhitamindonesia.blogspot.com/2012/03/peraturan-permainan-sepakbola-fifa-law.html
(diakses pada 26 April 2014)
http://bangcipul.wordpress.com/2009/11/10/sarana-prasarana-sepak-bola/
(diakses pada 26 April 2014)
BISA DEPOSIT PAKAI PULSA TELKOMSEL
BalasHapusDewaZeus merupakan bagian dari situs ZeusBola, yg merupakan mater mater taruhan judi bola, Casino, Poker, taruhan sabung ayam online S128, CF88 DewaPoker, Live Casino Dealer Resmi Lisensi Filipina Paling Terpercaya di Indonesia, hanya di bolazeus.
Juga Sebagai Kantor Cabang Bola Sbobet Indonesia Terpercaya, ZeusBola telah berkerja sama bersama kongsi Sbobet beroperasi di Asia yang dilisensikan oleh First Cagayan Leisure & Resort Corporation, Manila-Filipina dan di Eropa dilisensikan oleh penundukan Isle of Man guna beroperasi juga sebagai juru taruhan sport sedunia.
https://dewazeus.site/cara-bermain-poker-online-deposit-via-pulsa/
https://dewazeus.site/situs-agen-taruhan-online-terpercaya-deposit-pulsa/
zeusbola livechat
promo s128 sabung ayam
Kunjungi juga link alternatif maxbet nova88 link nova88, main langsung maxbet nova88.