Minggu, 07 Juni 2015

PJOK "Futsal dan Sepak Bola"



Tugas Kelompok
PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA KESEHATAN
“FUTSAL DAN SEPAK BOLA”

OLEH:
KELOMPOK IV
NURSYAFITRIAH
MASWIRAHMA
MARHANI
HARDIANTI
KHAERUNNISA
MUHAMMAD AKBAR

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR 2011 J
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2014
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga makalah ini sebagai tugas kelompok dengan mata kuliah “Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan” dengan materi pembahasan Futsal dan Sepak Bola, dengan 3 sks dapat kami  selesaikan sesuai waktu yang ditargetkan.
Makalah ini kami susun untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai sejarah, peraturan permainan, sarana dan prasarana permainan futsal dan sepak bola, serta sebagai bahan penilaian dalam menguji pemahan hasil belajar kami.
Kami menyadari dalam makalah ini terdapat kekurangan ataupun kesalahan, untuk itu kami mohon kritik demi kesempuranaan makalah selanjutnya. Atas partisipasinya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu ‘alaikum wr,wb

Makassar, 26 April 2014



Penyusun









DAFTAR ISI

Sampul............................................................................................................................ 1
Kata Pengantar............................................................................................................... 2
Daftar Isi......................................................................................................................... 3
FUTSAL
A.    Sejarah Futsal...................................................................................................... 4
B.     Peraturan dan Cara Pelaksanaan Futsal.............................................................. 5
C.     Sarana dan Prasarana Futsal............................................................................... 15
SEPAK BOLA
A.    Sejarah Sepak Bola............................................................................................. 17
B.     Peraturan Sepak Bola.......................................................................................... 18
C.     Sarana dan Prasarana Sepak Bola....................................................................... 28
Daftar Pustaka................................................................................................................ 31





























FUTSAL
Futsal adalah salah satu jenis permainan dengan menggunakan bola yang saat ini sangat digandrungi di Indonesia. Permainan ini sendiri dimainkan oleh dua tim, dimana masing-masing tim terdiri dari lima orang anggota.
Tujuan dalam permainan ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan yang dilakukan dengan cara memanipulasi bola dengan kaki, serta dengan catatan tim yang paling banyak memasukkan bola ke gawang lawan adalah dinyatakan sebagai tim pemenang.

A.    Sejarah Futsal
Olahraga futsal semakin hari makin banyak di gemari oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Olahraga yang diciptakan oleh Juan Carlos Ceriani pada tahun 1930, mendapatkan perhatian khusus di seluruh Amerika Selatan, terutama di Brasil, karena keunikannya. Seperti halnya olahraga sepak bola, olahraga futsal juga dimainkan oleh dua tim. Namun dalam permainan olahraga sepak bola masing-masing tim beranggotakan 11 orang, sedangkan futsal hanya lima orang untuk setiap timnya.

   Istilah “futsal” sendiri merupakan istilah international yang berasal dari kata spanyol atau portugis yaitu futbol dan sala. Dalam catatan sejarah olahraga futsal, kurang lebih sudah 17 kali diadakan kejuaraan futsal terkemuka atau Piala Dunia Futsal yang diadakan di berbagai belahan dunia.

   Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. KetErampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

   Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.

   Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
B.     Peraturan dan cara Pelaksanaan Olaraga Futsal

     Futsal memiliki peraturan tersendiri dibandingkan sepakbola, semua peraturan permainan futsal sudah disepakati dan diatur tersendiri oleh FIFA. Tetapi, dengan menghormati kesepakatan dari asosiasi-asosiasi terkait dan yang telah mempersiapkan prinsip-prinsip dari peraturan-peraturan ini, peraturan permainan futsal dapat diubah penerapannya untuk disesuaikan dengan perintah-perintah pemula khususnya yang berusia di bawah 16 tahun, wanita atau untuk pemain yang sudah cukup berumur (melebihi 35 tahun) dan pemain yang memiliki kekurangan-kekurangan tertentu.
Hal-hal yang diperbolehkan untuk diadakan perubahan adalah :
-          Ukuran lapangan
-          Ukuran, berat, dan bahan bola
-          Lebar dan tinggi mistar gawang
-          Durasi babak/periode permainan
-          Penggantian/Pemain cadangan
     Berkenaan dengan jenis kelamin, peraturan-peraturan tetang wasit, pemain dan para petugas lainnya adalah berlaku sama baik bagi jenis kelamin pria maupun wanita.

PERATURAN 1 – LAPANGAN
Lapangan harus persegi panjang. Panjang garis batas kanan dan kiri lapangan (touch line) harus lebih panjang dari garis gawang.
 Ukuran :
 Panjang : Minimum 25 m
      Maksimum 42 m
 Lebar : Minimum 15 m
   Maksimum 25 m
 Standar Internasional
 Panjang : Minimum 38 m
      Maksimum 42 m
 Lebar : Minimum 18 m
   Maksimum 25 m
Tanda/Batas Lapangan
-          Lapangan ditandai dengan garis-garis yang melekat pada lapangan dan garis-garis tersebut berfungsi sebagai pembatas. Dua garis terluar yang lebih panjang disebut sebagai garis pembatas lapangan. Dua garis pendek disebut garis gawang.
-          Semua garis memiliki lebar 8 cm
-          Lapangan dibagi dua yang dibelah oleh garis tengah lapangan. Tanda/Titik tengah ditandai dengan sebuah titik di tengah-tengah garis  tengah lapangan. Titik tengah dikelilingi oleh sebuah lingkaran dengan radius 3 meter.

Daerah Pinalti
Daerah Pinalti ditentukan pada setiap sisi akhir dari lapangan sebagai berikut :
Seperempat lingkaran dengan radius 6 meter berada ditengah-tengah pada garis gawang. Seperempat lingkaran digambarkan dari garis gawang sampai bertemu dengan garis bayangan yang berada ditengah pada sudut kanan pada garis gawang dari sisi  luar posisi tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan oleh garis sepanjang 3.16 meter yang membentang sejajar dengan garis gawang.
Garis kurva yang terbentuk merupakan garis terluar dari daerah penalti yang disebut sebagai Garis Wilayah Penalti.
Titik Penalti
Titik Penalti berjarak 6 meter dari titik tengah antara posisi tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang terebut
Titik Penalti Kedua
Titik Penalti Kedua berjarak 10 meter dari titik tengah antara posisi tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang tersebut.
Bujur Sudut (Titik Tendangan Pojok)
Seperempat lingkaran dengan radius 25 cm di setiap sudut lapangan

Zona Pengganti Pemain
Zona Pengganti Pemain ditempatkan persis di depan bangku tim dimana cadangan dari tim official berada. Zona ini adalah tempat dimana pemain masuk dan keluar lapangan apabila terdapat pergantian pemain.
Zona Penggantian Pemain memiliki panjang 5 meter. Zona ini ditandai pada setiap sisinya dengan sebuah garis yang memotong garis pembatas lapangan. Lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm berada di dalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.
Jarak antara masing-masing zona penggantian pemain dengan titik perpotongan garis tengah lapangan dengan garis pembatas lapangan adalah 5 meter. Ruang yang bebas ini, secara langsung berada di depan meja penjaga waktu, harus tetap terjaga kebebasan pandangannya.

Gawang
Gawang harus ditempatkan pada tengah-tengah dari garis gawang. Gawang terdiri dari dua  buah tiang sejajar vertikal dengan jarak yang sama dari setiap sudut dan pada sisi atasnya dihubungkan dengan batang horisontal
Jarak kedua tiang vertikal adalah 3 meter dan jarak dari sisi bawah batangan atas ke dasar permukaan lapangan adalah 2 meter
Tiang vertikal maupun tiang horisontal memiliki lebar dan kedalaman 8 cm. Net (jaring), terbuat dari tali rami, goni, atau nilon. Dikaitkan pada kedua tiang vertikal dan tiang horisontal pada sisi belakang gawang. Bagian yang bawah didukung oleh batangan melengkung ataupun bentuk lainnya untuk memberi ketahanan yang cukup.
Kedalaman gawang adalah jarak dari ujung bagian dalamdari posisi gawang langsung ke arah sisi luar lapangan, minimal 80 cm pada bagian atas dan 100 cm pada bagian bawah (permukaan lapangan)

Keamanan
Gawang dapat dipindah-pindahkan tetapi harus dapat tetap kokoh berdiam aman di permukaan lapangan selama pertandingan berlangsung.

Permukaan Lapangan
Permukaan lapangan haruslah mulus dan rata serta tidak kasar atau kesat.Penggunaan bahan dari kayu atau bahan buatan lainnya lebih dianjurkan. Beton ataupun Bata harus dihindarkan unutk menghindari kemungkinan cedera.

Keputusan dan Penegasan
Jika ukuran garis gawangadalah 15 meter dan 16 meter, radius ukuran seperempatnya lingkaran hanya sebesar 4 meter. Dalam hal ini, titik penalti tidak lagi ditempatkan pada garis wilayah penalti, tetapi berada tetap pada jarak 6 meter dari titik tengah antara posisi Tiang gawang.
Penggunaan (lempengan) tanah rumput, ataupun tanah rumput buatan atau tanah lembut diperbolehkan untuk pertandingan yang dimainkan di dalam kompetisi domestik, tetapi tidak diperbolehkan untuk pertandingan internasional.
Tanda garis putih 5 meter dari busur pojok lapangan dibuat agar diperhatikan oleh pemain pada saat dilakukannya sepak pojok. Lebar tanda ini adalah 8cm

Tempat duduk para pemain cadangan dan official adalah di belakang garis pembatas lapangan tepat disamping zona bebas yang berada di depan meja penjaga waktu.

Jumlah pemain (per tim)   
1.    Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2.    Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
3.    Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4.    Jumlah wasit: 2
5.    Jumlah hakim garis: 0
6.    Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
7.    Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
8.    Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan , hanya boleh di luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada pelanggaran-pelanggaran yang harus memasuki lapangan

Lama permainan   
1.    Lama normal: 2×20 menit
2.    Lama istiharat: 10 menit
3.    Lama perpanjangan waktu: 2×5 menit (bila hasil masih imbang setelah 2×20 menit waktu normal)
4.    Ada adu penalti (maksimal 5 gol) jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
5.    Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
6.    Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
    








PERATURAN PERTANDINGAN

Peraturan pertandingan Futsal versi FIFA

PERATURAN 1

MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN
PENDAHULUAN


Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.
Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua.
Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.

TENDANGAN Permulaan (Kick-off)

Kick-off adalah cara untuk memulai permainan:
·       Pada permulaan babak pertama pertandingan.
·       Setelah gol tercetak/tercipta.
·       Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
·       Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
·       Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.

PROSEDUR
·       Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
·       Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
·       Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
·       Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
·       Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)

PELANGGARAN DAN SANGSI
·       Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.
·       Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
·       Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off

MENJATUHKAN BOLA = BOLA WASIT

Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.

PROSEDUR

Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Bola dijatuhkan lagi/kembali..
·       Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
·       Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.

KETENTUAN KHUSUS
·       Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti.
·       Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
·       Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.



PERATURAN 2
________________________________________
BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN
BOLA DILUAR PERMAINAN


Bola diluar permainan, jika :
·       Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
·       Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
·       Bola menyentuh langit-langit.

BOLA DIDALAM PERMAINAN

Bola dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :
·       Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
·       Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.

KEPUTUSAN

Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.


PERATURAN 3
________________________________________
CARA MENCETAK GOL

GOL MASUK GAWANG

Kecuali ditentukan lain dari peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang, asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.

TIM PEMENANG

Tim yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan imbang atau seri.

PERATURAN DAN PERTANDINGAN

Untuk suatu pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk menentukan pemenangnya.


PERATURAN 4
____________________________________

KESALAHAN-KESALAHAN DAN KELAKUKAN JAHAT
TENDANGAN BEBAS LANGSUNG


Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :
·       Menendang atau mencoba menendang lawan.
·       Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
·       Menerjang lawan.
·       Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
·       Memukul atau mencoba memukul lawan.
·       Mendorong lawan.

Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang
pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :
·       Memegang lawan.
·       Meludah pada lawan.
·       Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
·       Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
·       Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.

     Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.


TENDANGAN PINALTI

Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.

TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG

Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :
·       Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
·       Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
·       Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
·       Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.

Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika menurut pendapat wasit seorang pemain:
·       Bermain dengan cara yang membahayakan.
·       Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
·       Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
·       Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.4, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.

Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

SANGSI DISIPLIN

Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.
Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.


PELANGGARAN YANG DIPERINGATKAN

     Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
·         Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
·         Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
·         Tetap melanggar Peraturan Permainan.
·         Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
·         Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
·         Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
·         Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.

     Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.

PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN

Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :
·    Pemain bermain sangat kasar.
·    Pemain melakukan tindakan kasar.
·    Meludah pada lawan atau orang lain.
·    Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
·    Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
·    Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
·    Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.

KEPUTUSAN DAN PENEGASAN

     Jika permainan dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.

KEPUTUSAN - KEPUTUSAN
     Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :
1.      Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan pemain kelimanya.
2.      Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
3.      Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
4.      Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
5.      Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
6.      Tergantung pada peraturan 4 Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.

     Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak. Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 4
1.      Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).
2.      Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
3.      Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting behaviour).
C.    Sarana dan Prasarana dalam Olahraga Futsal

A.     Sarana  Olahraga Futsal
        Sarana olahraga ialah terjemahan dari “facilities”, yaitu sesuatu yang di gunakan dan di mamfaatkan selama pelaksanaan kegiatan atau olahraga.
Peralatan (apparatus) sesuatu yang dapat di mamfaatkan atau di manipulasi dengan tangan atau kaki.
v  Bola
Ø  Berbentuk bulat.
Ø  Terbuat dari kulit atau bahan lainnya.
Ø  Minimum diameter 62 cm dan maximum 64 cm.
Ø  Berat bola pada saat pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.
Ø  Tekanannya sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600 g/cm³).
·        
v  Sepatu
Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Penggunaan sepatu adalah wajib.

v Kaos Kaki
v Pengaman Kaki (Shinguards).
Ø  Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.
Ø  Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).
Ø  Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.
v  Seragam atau Kostum
Ø  Diberi nomor antara 1 – 15 dan harus tampak pada bagian belakang kostum.
Ø  Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.
Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.
v  Penjaga Gawang
Ø  Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus di tutup dengan kaos kaki.
Ø  Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit.
Ø  Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nmoor pemain itu sendiri.
v  Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya harus sama dengan celana pendek utama

Peralatan (device) yaitu sesuatu yang melengkapi kebutuhan prasarana
v  Garis Lapangan
Ø   Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).
Ø   Lebar garis pembatas 8 cm.
Ø   Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
Ø   Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3m.
v  Jaring Gawang
Ø   Jaring gawang berbahan nilon, yang diikatkan ke tiang dan palang gawang. Kedalaman gawang adalah 80 cm untuk bagian atas gawang, dan 100 cm untuk bagian bawah.


B.      Prasarana Olahraga Futsal
        Secara umum Prasarana berarti segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses.
        Dalam Olahraga Prasarana ialah suatu yang mempermudah atau memperlancar tugas dan memiliki sifat yang relatif permanen.
v  Lapangan
·      Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang:
Ø  Panjang : Minimal25 m, Maksimal 42 m
Ø  Lebar : Minimal 15 m, Maksimal 25 m
·      Ukuran Pertandingan Internasional:
Ø  Panjang : Minimal 38 , maksimal 42 m
Ø  Lebar : Minimal 18 m ,Maksimal 22 m
·      Penggunaan lapangan yang datar dan berumput alami, atau rumput buatan diperbolehkan hanya untuk pertandingan lokal, tetapi tidak untuk pertandingan-pertandingan yang bersifat Nasional dan Internasional.
·      Permukaan lapangan harus halus, rata dan tidak licin. Bahan yang disarankan adalah kayu / parkit. Sangat tidak disarankan menggunakan bahan beton dan paving stone. Pemilihan bahan permukaan lapangan ini bertujuan mengutamakan keselamatan pemain futsal.




















SEPAK BOLA

A.       Sejarah Sepak Bola
        Asal-usul permainan sepak bola masih mengundang perdebatan dan masing-masing mempunyai argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan tentunya sesuai versinya.

        Pada abad ke-2 sampai abad ke-3 Sebelum Masehi (SM), didaratan Tiongkok atau Cina ada suatu permainan menggunakan bola yang di kenal dengan "tsu shu". Tsu dalam bahasa Cina berarti "menerjang bola dengan kaki", sedangkan shu berarti "bola dari kulit dan ada isinya".

        Versi lain mengatakan sejarah kuno permainan sepak bola berasal dari Jepang, hal ini di dasari bahwa masyarakat Jepang telah mengenal permainan menggunakan bola sejak abad ke-8. Permainan menggunakan bola oleh masyarakat Jepang disebut "Kemari" sedangankan bola yang digunakan terbuat dari kulit kijang dan di dalamnya sudah dissi udara.
 
        Versi lain menjelaskan bahwa sejarah permainan sepak bola dunia berasal dari Romawi kuno, hal ini digambarkan bahwa pada jaman itu seringkali terjadi peperangan antar bangsa di dahunia, secara tidak sengaja seorang serdadu menendang-nendang kepala mayat musuh yang berserakan. Keisengan tersebut ternyata menjadi kebiasaan dan menjadikan kepala mayat bagai bola yang ditendang oleh sekumpulan serdadu layaknya bermain bola.

        Dari beberapa literatur tersebut belum bisa menunjukan permainan sepak bola seperti yang sekarang, baru pada tahun 1863 Negara Inggris yang pertama memperkenalkan peraturan permainan sepak bola dengan aturan dan istilah modern (kick and run) yang artinya menendang dan berlari. peraturan ini yang  digunakan dalam permainan sepak bola sekarang, tentunya dengan berbagai perubahan-perubahan.

        Pada tahun 1904 seorang yang bernama Guerin (Prancis) memprakarsai terbentuknya organisasi sepak bola dunia yang disebut FIFA (Federation International Football Association). FIFA mengatur tentang peraturan-peraturan persepakbolaan beserta manajemennya seperti yang kita ketahui sampai sekarang.

        Berdasarkan literatur di atas dapat kita ketahui bahwa sejarah permainan sepak bola belum bisa dipastikan dari mana asalnya, tetapi Sejarah permainan sepak bola modern  berasal dari negara Inggris, sebab Inggris lah negara pertama yang mempunyai aturan sepak bola modern.

        Sedangkan sejarah permainan sepak bola Indonesia ada sejak jaman penjajahan Belanda. Permainan sepak bola masuk ke Indonesia/Nusantara dibawa oleh Belanda dan dimainkan oleh serdadu-serdadu Belanda pada saat istirahat atau tidak perang. Organisasi sepak bola pertama di Indonesia didirikan oleh Suratin Sosrosoegondo tahun 1930 dengan nama PSSI (Persatuan Sepak Bola Ssluruh Indonesia), dan Kejuaraan sepak bola pertamai Indonesia di adalan tahun 1960-an dengan nama "Piala Suratin" atau "Suratin Cup" yang diikuti oleh perwakilan pemuda seluruh Indonesia.

Presiden FIFA
1904-1906 Robert Guérin (Perancis)
1906-1918 Daniel Burley Woolfall (Inggris)
1921-1954 Jules Rimet (Perancis)
1954-1955 Rodolphe Seeldrayers (Belgia)
1955-1961 Arthur Drewry (Inggris)
1961-1974 Sir Stanley Rous (Inggris)
1974-1998 João Havelange (Brazil)
1998-sekarang Sepp Blater (Swiss)


B.       Peraturan Sepak Bola

 PERATURAN PERMAINAN SEPAKBOLA

ATURAN I – LAPANGAN PERMAINAN
LAPANGAN
·         Pertandingan dapat dilakukan di lapangan rumput alami atau rumput sintetis  tergantung aturan kompetisi/pertandingan.
·         Warna lapangan sintetis harus hijau.
·         Jika digunakan untuk pertandingan resmi FIFA, lapangan sintetis harus mendapat persetujuan dari FIFA


GARIS LAPANGAN
·         Lapangan permainan harus persegi panjang dan ditandai dengan garis. Garis-garis ini berasal dari daerah-daerah yang mereka batas.
·         Dua garis batas lagi disebut garis sentuh atau kita kenal dengan nama kotak penalty. Dua garis yang lebih pendek disebut garis gawang kita lebih mengenal dengan nama daerah gawang atau kotak gawang.
·         Lapangan permainan dibagi menjadi dua bagian dengan garis tengah, yang bergabung dengan titik-titik tengah dari dua garis sentuh.
·         Tanda pusat akan ditunjukkan di titik tengah dari garis tengah. Sebuah lingkaran dengan radius 9,15 m (10 yds) yang ditandai di sekitarnya.- Sebuah tanda dapat dilakukan dari lapangan permainan, 9.15 m (10 yds) dari busur sudut dan pada sudut kanan ke garis tujuan dan garis-garis sentuhan, untuk memastikan bahwa pemain bertahan berada di jarak ini ketika tendangan sudut sedang diambil


UKURAN INTERNASIONAL
Panjang : min 100 m (110 yds) – max 110 m (120 yds)
Lebar : min 64 m (70 yds) max 75 m (80 yds)

DAERAH GAWANG (THE GOAL AREA)
          Dua garis yang ditarik pada sudut kanan ke garis gawang, 5,5 m (6 yds) dari dalam gawang masing-masing. Garis-garis ini meluas ke bidang bermain untuk jarak 5,5 m (6 yds) dan bergabung dengan garis yang ditarik sejajar dengan garis gawang. Daerah dibatasi oleh garis dan garis gawang adalah daerah gawang

DAERAH PENALTI (THE PENALTY AREA)
          Dua garis yang ditarik pada sudut kanan ke garis gawang, 16,5 m (18 yds) dari dalam gawang masing-masing. Garis-garis ini meluas ke bidang bermain untuk jarak 16,5 m (18 yds) dan bergabung dengan garis yang ditarik sejajar dengan garis gawang.
          Daerah ini dibatasi oleh garis dan garis gawang adalah area penalti.
          Dalam setiap area penalti, tanda hukuman dibuat 11 m (12 yds) dari titik tengah antara tiang gawang dan jarak yang sama kepada mereka.
          Sebuah busur dari lingkaran dengan radius 9,15 m (10 yds) dari pusat setiap tanda hukuman yang diambil di luar area penalti.

TIANG BENDERA
          Sebuah tiang bendera, tinggi tidak kurang dari 1,5 m (5 ft), dengan bagian dipasang bendera harus ditempatkan di setiap sudut lapangan permainan.
          Tiang bendera juga dapat ditempatkan pada setiap akhir baris tengah, tidak kurang dari 1 m (1 yd) di luar garis sentuh/garis permainan.

BUSUR SUDUT
          Sebuah seperempat lingkaran dengan radius 1 m (1 yd) dari setiap tiang bendera sudut digambarkan di dalam lapangan permainan

GAWANG
·      Gawang harus ditempatkan pada pusat setiap garis gawang.
·      Gawang terdiri dari dua tiang tegak berjarak sama dari bendera sudut dan di bagian atas oleh palang horizontal/mistar. Tiang gawang dan palang/mistar harus dibuat dari kayu, logam atau bahan lain yang disetujui. Harus persegi, persegi panjang, bulat atau berbentuk elips dan tidak boleh membahayakan pemain.
·      Jarak antara tiang gawang adalah 7,32 m (8 yds) dan jarak dari tepi bawah mistar gawang ke tanah adalah 2,44 m (8 ft).
·      Kedua tiang gawang dan mistar gawang memiliki lebar yang sama dan kedalaman, yang tidak melebihi 12 cm (5 in). Garis Gawang harus dari lebar yang sama seperti tiang gawang dan mistar gawang.
·      Jaring dapat disertakan dengan gawang dan tanah di belakang tujuan, asalkan mereka benar didukung dan tidak mengganggu penjaga gawang.
·      Tiang gawang dan lintang/mistar harus putih


KESELAMATAN
     Gawang harus tertanam aman dengan aman ke tanah. Gawang Portable hanya dapat digunakan jika mereka memenuhi persyaratan keamanan.


ATURAN II – BOLA
Kualitas dan Ukuran
Bola harus:
·      Bundar/bulat
·      Terbuat dari kulit atau bahan yang cocok lainnya
·      Lingkar tidak lebih dari 70 cm (28 in) dan tidak kurang dari 68 cm (27 ini.
·      Berat di awal pertandingan tidak lebih dari 450 g (16 oz) dan tidak kurang dari 410 g (14 oz).
·      Tekanan udara 0,6-1,1 atmosfer (600 - 1.100 g/cm2) di atas permukaan laut (8,5 lbs/sq in - 15,6 lbs/sq in)

Penggantian bola yang rusak/cacat.
     Jika bola pecah atau menjadi rusak dalam pertandingan maka :
·      Pertandingan dihentikan
·      Pertandingan dilanjutkan dengan wasit menjatuhkan bola pengganti (melakukan dropball) di tempat dimana bola sebelumnya, kecuali jika permainan dihentikan di dalam daerah gawang, dalam hal ini wasit menjatuhkan bola pengganti (melakukan dropball) di garis daerah gawang, sejajar dengan garis gawang pada titik terdekat dimana bola berada ketika asli bermain dihentikan
   Jika bola pecah atau menjadi rusak tidak dalam permainan yakni saat kick-off, tendangan gawang,  tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan penalti atau lemparan ke dalam:
·      Pertandingan dimulai/dilanjutkan sesuai aturan.
·      Bola tidak dapat diubah/diganti selama pertandingan tanpa otoritas/izin dari wasit.


Keputusan Dewan Internasional F.A.
Keputusan 1
     Selain persyaratan Aturan II, bola yang digunakan dalam pertandingan dan dimainkan di kompetisi resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA atau konfederasi adalah kondisional pada bantalan bola salah satu dari berikut:
• Logo resmi "FIFA APPROVED"
• Logo resmi " FIFA INSPECTED "
• Logo "INTERNATIONAL MATCHBALL STANDART"
     Logo pada bola menunjukkan bahwa telah diuji secara resmi dan ditemukan sesuai dengan persyaratan teknis tertentu, yang berbeda untuk logo masing-masing dan tambahan untuk spesifikasi minimum yang ditetapkan dalam Aturan II.
     Daftar persyaratan tambahan khusus untuk masing-masing logo harus disetujui oleh Dewan FA Internasional. Lembaga melakukan tes tunduk pada persetujuan FIFA.
     Anggota asosiasi kompetisi juga mungkin memerlukan penggunaan bantalan bola siapa pun dari ketiga logo.

Keputusan 2
     Pada pertandingan yang dimainkan di kompetisi resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA, konfederasi atau asosiasi anggota, tidak ada bentuk iklan komersial pada bola diperbolehkan, kecuali untuk lambang kompetisi, penyelenggara kompetisi dan merek dagang resmi dari pabrikan .
     Peraturan kompetisi dapat membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.


ATURAN III – JUMLAH PEMAIN
Pemain
     Sebuah pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing terdiri tidak lebih dari sebelas pemain, salah satunya adalah kiper. Sebuah pertandingan mungkin tidak memulai jika salah satu tim kurang dari tujuh pemain.

Kompetisi Resmi
     Sampai maksimum tiga pengganti dapat digunakan dalam setiap pertandingan dimainkan di kompetisi resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA, konfederasi atau asosiasi anggota.
     Aturan kompetisi harus menyatakan berapa banyak pengganti dapat dicalonkan, dari tiga sampai maksimal tujuh.


Pertandingan Lain
     Dalam sebuah pertandingan Tim Nasional, maksimum enam pengganti dapat digunakan.
     Dalam pertandingan lainnya, sejumlah besar pengganti dapat digunakan dengan syarat:
• Tim yang bertanding mencapai kesepakatan pada jumlah maksimum
• Wasit diberitahukan sebelum pertandingan
     Jika wasit tidak diinformasikan, atau jika tidak ada kesepakatan sebelum pertandingan, maka tidak boleh lebih dari enam pengganti yang diijinkan.

Semua Pertandingan 
     Dalam semua pertandingan, nama-nama pengganti harus diberikan kepada wasit sebelum dimulainya pertandingan. Setiap pengganti yang namanya tidak diberikan kepada wasit sebelum pertandingan tidak dapat dimainkan dalam pertandingan.

Prosedur Pergantian
     Untuk mengganti pemain dengan pemain pengganti, kondisi berikut harus diperhatikan:
·         Wasit harus diberitahu sebelum penggantian dilakukan
·         Pengganti hanya memasuki bidang bermain setelah pemain yang diganti telah meninggalkan dan setelah menerima sinyal dari wasit
·         Pengganti hanya memasuki bidang bermain di garis tengah dan ketika permainan berhenti
·         Penggantian selesai ketika pemain pengganti memasuki lapangan permainan
·         Dari saat itu, pengganti menjadi pemain dan pemain yang telah diganti menjadi pemain pengganti
·         Pemain diganti tidak mengambil bagian lebih lanjut dalam pertandingan
·         Semua pengganti tunduk pada otoritas dan yurisdiksi wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak

Mengubah kiper
Setiap pemain lain dapat berubah tempat dengan kiper, asalkan:
• Wasit diinformasikan sebelum perubahan dilakukan
• Perubahan dilakukan ketika permainan berhenti

Pelanggaran dan Sanksi
     Jika penggantian atau pemain pengganti masuk lapangan permainan tanpa izin wasit:
·      Wasit menghentikan permainan (meskipun tidak segera jika penggantian atau pemain pengganti tidak mengganggu dengan bermain)
·      Wasit memperingatkan pemain yang bersangkutan perilaku tidak sportif dan memerintahkan dia untuk meninggalkan lapangan permainan
·      Jika wasit telah menghentikan permainan, untuk memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung bagi tim lawan dari posisi bola pada saat penghentian (lihat Aturan XIII - Posisi Tendangan Bebas)

     Jika seorang pemain berubah posisi dengan kiper tanpa izin wasit sebelum perubahan dilakukan:
·      Wasit memungkinkan bermain untuk melanjutkan
·      Wasit memperingatkan pemain tersebut ketika bola berikutnya keluar dari permainan

     Dalam hal terjadi pelanggaran lain dari Aturan ini:
·      Pemain yang bersangkutan diperingatkan
·      Pertandingan dimulai dengan tendangan bebas tidak langsung, yang akan diambil oleh pemain dari tim lawan dari posisi bola pada saat penghentian (lihat Aturan XIII - Posisi Tendangan Bebas)


Pemain dan Pengganti Dikeluarkan
     Seorang pemain yang dikeluarkan sebelum kick-off dapat digantikan hanya oleh satu dari daftar pemain pengganti.
     Pemain dalam daftar pengganti yang dikeluarkan baik sebelum kick-off atau setelah bermain telah dimulai, tidak dapat diganti.

FIFA Laws of The Game 2010/2011, LAW 4 - THE PLAYERS EQUIPMENT
PERATURAN PERMAINAN FIFA 2010/2011,
ATURAN IV - PERLENGKAPAN PEMAIN

Keselamatan
          Seorang pemain tidak boleh menggunakan perlengkapan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya atau pemain lain (termasuk segala jenis perhiasan).

Perlengkapan Dasar
          Perlengkapan dasar wajib pemain terdiri dari item yang terpisah sebagai berikut:
·         Jersey atau kemeja dengan lengan - jika menggunakan pakaian dalam, warna lengan harus menjadi warna utama yang sama dengan lengan jersey atau baju
·         Celana pendek - jika menggunakan pakaian dalam, harus dari warna utama yang sama dengan celana pendek
·         Kaus kaki
·         Shinguards atau pelindung tulang kering
·         Sepatu


Shinguards / Pelindung tulang kering
• Tertutup seluruhnya oleh kaus kaki
• Terbuat dari karet, plastik atau bahan sejenis yang cocok
• Memberikan tingkat perlindungan yang wajar

Warna
·         Kedua tim harus memakai warna yang membedakan mereka dari satu sama lain dan juga wasit dan asisten wasit
·         Setiap penjaga gawang harus memakai warna yang membedakannya dari pemain lain, wasit dan asisten wasit

Pelanggaran dan Sanksi
Dalam hal terjadi pelanggaran Aturan ini:
·         Permainan tidak perlu dihentikan
·         Pemain yang bersalah diinstruksikan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan permainan untuk memperbaiki perlengkapannya
·         Pemain meninggalkan lapangan permainan sampai bola berikutnya berhenti menjadi dalam permainan, kecuali jika ia telah dimemperbaiki perlengkapannya
·         Setiap pemain diminta untuk meninggalkan lapangan permainan untuk memperbaiki perlengkapannya tidak boleh kembali masuk tanpa izin wasit
·         Wasit harus memeriksa perlengkapan pemain telah dipakai dengan benar sebelum mengizinkan untuk kembali memasuki lapangan permainan
·         Pemain hanya diperbolehkan untuk masuk kembali ke lapangan permainan saat bola diluar dari permainan

          Seorang pemain yang telah diminta untuk meninggalkan lapangan permainan karena suatu pelanggaran Aturan ini dan yang kembali memasuki lapangan permainan tanpa izin wasit harus diperingatkan.

Memulai Kembali Permainan
          Jika permainan dihentikan oleh wasit untuk mengurus peringatan:
·         Pertandingan dimulai kembali oleh tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh pemain dari tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika wasit menghentikan permainan (lihat Aturan 13 - Posisi Tendangan Bebas)


Keputusan Dewan Internasional F.A.
Keputusan 1
          Pemain tidak boleh mengungkapkan pakaian dalam menampilkan slogan atau iklan. Perlengkapan dasar wajib tidak boleh memiliki pernyataan politik, agama atau pribadi.

          Seorang pemain melepas kausnya atau kemeja untuk mengungkapkan slogan atau iklan akan dihukum oleh penyelenggara kompetisi. Tim dari pemain yang perlengkapan wajib dasar memiliki slogan-slogan politik, agama atau pribadi atau pernyataan akan disanksi oleh penyelenggara kompetisi atau oleh FIFA.



PERATURAN PERMAINAN FIFA 2010/2011, ATURAN 5 & 6 - WASIT & ASISTEN WASIT

ATURAN V – WASIT
Kewenangan wasit
          Setiap pertandingan sepakbola dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang mutlak dalam menegakkan Peraturan Permainan pada pertandingan dimana dia ditugaskan.

Kekuasaan dan tugas Wasit tersebut:
·         Menegakkan Peraturan Permainan
·         Memimpin pertandingan bekerjasama dengan asisten wasit, dan dengan ofisial keempat apabila ada penugasannya.
·         Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan Aturan II.
·         Memastikan bahwa perlengkapan pemain memenuhi persyaratan Aturan IV.
·         Bertindak sebagai pencatat waktu dan menyimpan catatan pertandingan
·         Memberhentikan, menunda atau membatalkan pertandingan, dengan kebijaksanaannya, untuk setiap pelanggaran terhadap peraturan.
·         Memberhentikan, menunda atau membatalkan pertandingan karena gangguan di luar apapun
·         Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka parah/cidera serius dan memastikan bahwa ia dikeluarkan dari lapangan permainan. Pemain cedera hanya dapat kembali ke lapangan permainan setelah permainan telah dimulai kembali.
·         Meneruskan permainan untuk tetap berlanjut sampai bola keluar dari permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya mengalami cidera ringan
·         Memastikan bahwa setiap pemain yang mengalami pendarahan karena cidera dikeluarkan dari lapangan permainan. Pemain hanya dapat kembali pada menerima isyarat dari wasit, yang harus telah memastikan bahwa pendarahan telah berhenti
·         Memungkinkan untuk melanjutkan permainan bila tim mendapatkan keuntungan terhadap pelanggaran yang telah dilakukan oleh lawannya, dan menghukum pelanggaran tersebut, jika menurut pendapatnya keuntungan yang akan diberikan tidak dapat atau tidak mungkin terlaksana.
·         Memberikan hukuman terhadap pelanggaran yang paling berat, apabila seorang pemain pada waktu yang bersamaan melakukan pelanggaran lebih dari satu kali.
·         Mengambil tindakan disipliner terhadap pemain bersalah karena pelanggaran peringatan (kartu kuning) dan pengusiran (kartu merah). Dia tidak berkewajiban untuk mengambil tindakan ini segera tetapi harus melakukannya ketika bola berikutnya keluar dari permainan.
·         Mengambil tindakan terhadap para offisial tim yang berperilaku tidak sportif dan dengan kebijakannya, wasit dapat mengusir mereka dari lapangan permainan dan segera keluar dari lingkungan permainan
·         Bertindak atas saran dari asisten wasit tentang insiden tidak dilihatnya.
·         Memastikan bahwa tidak ada orang yang tidak berhak memasuki lapangan permainan.
·         Memberikan aba-aba memulai permainan setelah dihentikan.
·         Memberikan laporan pertandingan kepada pihak yang berwenang, yang meliputi informasi pada setiap tindakan disipliner yang diambil terhadap pemain dan / atau pejabat tim dan setiap kejadian lain yang terjadi sebelum, selama atau setelah pertandingan

Keputusan Wasit
          Keputusan wasit terkait dengan permainan, termasuk apakah gol atau tidak mencetak gol dan hasil pertandingan, bersifat final. Wasit hanya dapat mengubah keputusan apabila menyadari bahwa keputusan yang ditetapkan sebelumnya tidak benar atau menurut pendapatnya, berdasarkan saran asisten wasit atau offisial keempat, keputusan tersebut perlu diubah, asalkan wasit belum memulai kembali permainan atau belum mengakhir pertandingan.

Keputusan Dewan Internasional F.A.
Keputusan 1
Seorang wasit (atau juga berlaku pada asisten wasit atau ofisial keempat) tidak bertanggung jawab untuk:
·         Segala macam jenis cedera yang diderita oleh petugas pertandingan, pemain atau penonton.
·         Segala macam kerugian/kerusakan terhadap harta benda apapun
·         Segala macam kerugian lain yang diderita oleh individu, perusahaan, asosiasi atau badan lain, yang karena atau yang mungkin karena keputusan apapun bahwa ia dapat mengambil berdasarkan Peraturan Permainan atau sehubungan dengan prosedur normal yang dibutuhkan untuk terus, memutar dan mengontrol pertandingan.

Keputusan tersebut dapat juga mencakup:
·         Keputusan bahwa kondisi lapangan permainan atau sekitarnya atau kondisi cuaca seperti untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan pertandingan berlangsung
·         Keputusan untuk meninggalkan pertandingan untuk alasan apapun
·         Keputusan untuk kesesuaian dari peralatan lapangan dan bola yang digunakan selama pertandingan
·         Keputusan untuk berhenti atau tidak berhenti pertandingan karena gangguan penonton atau masalah di daerah penonton
·         Keputusan untuk berhenti atau tidak berhenti bermain yang memungkinkan pemain cedera untuk dikeluarkan dari lapangan permainan untuk untuk pengobatan
·         Keputusan untuk membutuhkan pemain cedera untuk dihapus dari bidang bermain untuk pengobatan
·         Keputusan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan pemain untuk mengenakan pakaian atau perlengkapan tertentu
·         Keputusan (di mana dia memiliki wewenang) untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan setiap orang (termasuk offisial tim atau stadion, petugas keamanan, fotografer atau media lain perwakilan) untuk berada di sekitar lapangan permainan
·         Keputusan lain bahwa ia dapat mengambil sesuai dengan Peraturan Permainan atau sesuai dengan tugasnya sesuai dengan ketentuan FIFA, konfederasi, anggota asosiasi atau aturan atau peraturan liga di mana pertandingan dimainkan

Keputusan 2
          Dalam turnamen atau kompetisi di mana ofisial keempat yang ditunjuk, peran dan tugas harus sesuai dengan pedoman yang disetujui oleh International FA Board, yang terkandung dalam aturan ini.

ATURAN VI – ASISTEN WASIT
Tugas
          Dua asisten wasit yang ditunjuk yang memiliki tugas, tunduk pada keputusan wasit, adalah untuk memberikan isyarat/tanda :
·         Ketika seluruh bola meninggalkan lapangan permainan
·         Tim mana yang berhak untuk suatu tendangan sudut, tendangan gawang atau lemparan ke dalam
·         Ketika seorang pemain bisa dihukum karena dalam posisi offside
·         Ketika pergantian pemain akan dilakukan
·         Ketika kesalahan atau insiden lainnya terjadi di luar pandangan wasit
·         Ketika pelanggaran telah terjadi setiap kali asisten wasit memiliki pandangan yang lebih baik dari wasit (ini termasuk, dalam situasi tertentu, pelanggaran yang dilakukan di area penalti)
·         Ketika saat tendangan penalti, kiper bergerak dari garis gawang sebelum bola tersebut ditendang dan jika bola melewati garis

Bantuan
          Para asisten wasit juga membantu wasit dalam mengontrol pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan. Secara khusus, Asisten Wasit bisa masuk lapangan permainan untuk membantu mengendalikan 9,15 m (10 yds) jarak.
          Dalam hal gangguan yang tidak semestinya atau perlakuan yang tidak semestinya, wasit akan meringankan asisten wasit dari tugasnya dan membuat laporan kepada pihak yang berwenang.
LAW 5 & 6 - Referee & Asistant Referees

PERATURAN PERMAINAN FIFA 2011/2012
ATURAN VII – LAMANYA PERTANDINGAN

Babak Permainan
          Pertandingan berlangsung dua babak yang waktunya sama yaitu 45 menit, kecuali ada kesepakatan lain antara wasit dan kedua tim yang akan bertanding. Setiap persetujuan untuk mengubah waktu permainan (misalnya untuk mengurangi waktu suatu babak permainan menjadi 40 menit karena cahaya tidak cukup) harus dilakukan sebelum memulai dimulai dan harus sesuai dengan aturan kompetisi.

Waktu Jeda/Istirahat antara Kedua Babak
          Pemain berhak mendapat waktu istirahat antara kedua babak.
Waktu istirahat harus tidak lebih dari 15 menit.
Peraturan kompetisi harus menyatakan jakngka waktu istirahat babak pertama.
Lamanya waktu istirahat dapat diubah hanya dengan persetujuan wasit.
Tambahan waktu yang hilang
          Tambahan waktu diberikan pada setiap babak untuk seluruh waktu yang hilang pada babak tersebut karena :
·         Penggantian Pemain
·         Penilaian terhadap pemain yang cidara
·         Pemindahan pemain yang cidera dari lapangan permainan untuk mendapatkan perawatan
·         Membuang-buang waktu
·         Penyebab lainnya
Penyisihan waktu yang hilang adalah berdasarkan kebijaksanaan dari wasit.

Tendangan Penalty
          Jika tendangan penalti harus dilakukan atau diulang kembali, waktu permainan atau tambahan waktu diperpanjang sampai tendangan penalty selesai.

Pertandingan yang Terhenti/terbengkalai
          Sebuah pertandingan yang terbengkalai/terhenti, dapat dilanjutkan/diputar kembali kecuali peraturan kompetisi menetapkan lain.



C.       Sarana Dan Prasaran Sepak Bola
A. Sarana Sepak Bola
1.      Bola
Spesifikasi Bola adalah :
·      Berbentuk bundar atau bulat.
·      Terbuat dari kulit atau bahan lain yang sesuai.
·      Lingkaran tidak lebih dari 70 cn (28 inci) dan tidak kurang dari 68 cm (27 inci).
·      Berat tidak lebih dari 450 gr dan tidak kurang dari 410 gr pada saat dimulainya pertandingan.
·      Tekanan udara dengan 0.6 sampai 1,1 atm (600-1100 gr/cm2) pada permukaan laut (8,5 lbs / sq inci sampai 15,6 lbs / sq inci)

2.      Kostum
·      Baju kaos atau kemeja olahraga.
·      Celana pendek (jika memakai celana dalam penghangat, warnanya harus sama dengan warna celana pendek utama).
·      Kaos kaki.
·      Sepatu
·      Pelindung tulang kering (seluruhnya terturup oleh kaos kaki, terbuat dari bahan yang sesuai, missal ; karet, plastik / bahan sejenisnya).
·      Sarung tangan untuk penjaga gawang









B. Prasarana Sepak Bola
1.      Lapangan
·         Pertandingan dapat dilakukan di lapangan yang permuka’annya dilapisi dengan rumput asli atau buatan / artificial, sepanjang ketentuan tentang itu ditetapkan dalam peraturan kompetisi yang berlaku.
·         Ukuran
Lapangan permainan sepak bola harus berbentuk 4 persegi panjang, dan garis samping atau touch line ( harus lebih panjang dari garis gawang goal line ).

Panjang : Min 90 m (100 yard)
Max 120 m (130 yard)
Lebar     : Min 45 m (50 yard)
Max 90 m (100 yard)

Standart ukuran sepak bola Interasional :
Panjang : Min 100 m (110 yard)
Max 110 m (120 yard)
Lebar     : Min 64 m (70 yard)
Max 75 m (80 yard)

·         Marka Lapangan
Lapangan permainan sepak bola ditandai dengan garis. Garis-garis ini
termasuk dalam daerah permainan yang dibatasinya. 2 garis batas yang
panjang disebut garis sampinh 2 garis yang pendek disebut garis gawang.
Lebar garis-garis ini tidak lebih dari 12 cm (5 inci). Lapangan permainan
dibagi dalam 2 bagian oleh sebuah garis tengah. Titik tengah terdapat pada
pertengahan garis tengah dan dikelilingi oleh sebuah lingkaran dengan
radios 9,15 m (10 yard)

·         Daerah Gawang
Terdapat pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut :
2 buah garis tegak lurus dengan garis gawang dibuat pada sisi kiri kanan
gawang dengan jarak , 5,5 m ( 6 yard) diukur dari bagian sebelah dalam
tiang gawang. Ke-2 garis ini ditarik ke dalam lapangan permainan dengan
panjang 5,5 m (6 yard) dan dihubungkan dengan gais yang sejajar dengan
garis gawang. Daerah yang dibatasi oleh garis-garis ini dan garis gawang
adalah daerah gawang.

·         Daerah Penalti
2 buah garis tegak lurus dengan garis gawang dibuat sisi kiri dan kanan
gawang dengan jarak 16,5 (18 yard) diukur dari dan kanan gawang. Ke-2
garis ini ditarik ke dalam lapangan permainan dengan panjang 16,5 m (18
yard) dan dihubungkan dengan garis yang sejajar dengan garis gawang.
Daerah yang dibatasi oleh garis-garis ini dan garis gawang adalah daerah
pinalti, pada setiap daerah pinalti di buat sebuah titik pinalti yang berjarak
11 cm ( 12 yard) dari titik tengah antara kedua tiang gawang dan sama
jaraknya dengan tiang gawang tersebut, di luar daerah pinalti di buat suatu
garis busur atau lingkarandengan radius 9,15 m (10 yard) dari masing-
masing titik pinalti

·         Tiang Bendera
Tinggi tidak kurang dari 1,5 m(5 kaki) yang bagian atasnya tumpul dan
dengan bendera terpasang, ditempatkan pada setiap sudut lapangan. Tiang
bendera boleh juga ditempatkan diujung garis tengah tidak kurang dari 1
m di luar garis samping.

·         Busur Tendangan Sudut
Untuk tendangan sudut, dari setiap bendera dibuat seperempat
lingkaran dengan radius 1m ( 1 yard) ke dalam lapangan permainan.

·         Gawang
Gawang harus di tempatkan pada bagian tengah masing-masing garis
gawang, gawang terdiri dari 2 tiang tegak lurus yang sama jaraknya dari
tiang bendera sudut dan dihubungkan secara horizontal oleh sebuah mistar
atau palang gawang. Lebar gawang adalah 7,32 m (8 yard) dan jarak dari
bagian paling abawah mistar atau palanga gawang ke tanah adalah 2,44 m
(8 kaki). Lebar ke-2 tiang gawang dan lebar mistar atau palang gawang
sama tidak lebih dari 12 cm atau 6 inci. Lebar garis gawang sama dengan
lebar tiang gawang dan mistar atau palang gawang. Jaring gawang
diikatkan ke tiang gawang, mistar atau palang gawang dan tanah di bagian
belakang gawang, dengan syarat bahwa jarring gawang tersebut
bersanggah dengan baik dan tidak mengganggu penjaga gawang, tiang
gawang dan mistar gawang harus berwarna putih.
























DAFTAR PUSTAKA

http://peraturanbermainfutsal.blogspot.com/ (diakses pada 26 April 2014)


1 komentar:

  1. BISA DEPOSIT PAKAI PULSA TELKOMSEL

    DewaZeus merupakan bagian dari situs ZeusBola, yg merupakan mater mater taruhan judi bola, Casino, Poker, taruhan sabung ayam online S128, CF88 DewaPoker, Live Casino Dealer Resmi Lisensi Filipina Paling Terpercaya di Indonesia, hanya di bolazeus.

    Juga Sebagai Kantor Cabang Bola Sbobet Indonesia Terpercaya, ZeusBola telah berkerja sama bersama kongsi Sbobet beroperasi di Asia yang dilisensikan oleh First Cagayan Leisure & Resort Corporation, Manila-Filipina dan di Eropa dilisensikan oleh penundukan Isle of Man guna beroperasi juga sebagai juru taruhan sport sedunia.

    https://dewazeus.site/cara-bermain-poker-online-deposit-via-pulsa/
    https://dewazeus.site/situs-agen-taruhan-online-terpercaya-deposit-pulsa/
    zeusbola livechat

    promo s128 sabung ayam

    Kunjungi juga link alternatif maxbet nova88 link nova88, main langsung maxbet nova88.

    BalasHapus